120000 Klasis Gunungkidul

Pembiakan dari , -
Jl. Karangmojo KM. 2,3,
Selang, Wonosari, Gunungkidul,
Yogyakarta - 55851
Telepon: 0274391234 Email: Klasis@
Gereja Dewasa: 13 Pepanthan: 56 Blok/Wilayah: 35/3
Pendeta L: 14  Pendeta P: 1  Jumlah Pendeta: 15
Vikaris: 0  Pendeta Emeritus: 4
KK: 1.313  Warga Dewasa: 8.332  Warga Anak: 2.621  Jumlah: 10.953


jpg120100 GKJ Wonosari

Tanggal Pendewasaan: 19 Juli 1931
Alamat: Jl. Gereja No.11-12,
Wonosari, Gunungkidul,
Yogyakarta - 55812
Telepon: 0274391146 Email: gerejakristenjawawonosari@ymail.com
Pepanthan: 5 Blok/Wilayah: 9/0
Pep. Bendungan; Pep. Randukuning; Pep. Nglipar; Pep. Kebonjero; Pep. Hargomulyo
Pendeta L: 3Pendeta P: 0 Jumlah: 3
Pdt. Supiarso, S.Th.; Pdt. Dwi Wahyu Prasetya, S.Si.; Pdt. Andreas Sabat Prayogi, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em. Soepangat Reksowardoyo
KK:  Warga Dewasa: 2094 Warga Anak: 829 Jumlah: 2923

Profil dan Sejarah

Tahun 1915
Tahun 1915 di Wonosari dibuka "HULP HOSPITAL" Cabang Petronela Hospital Yogyakarta, bertempat di sebuah bangunan yang bangunan tersebut sekarang tempat Markas DIM 0730 (Lama). Petronella Hospital sekarang bernama RS. BETHESDA.

Tahun 1920
Tahun 1920 Hulp Hospital di Wonosari dipimpin oleh Bapak Mintowiloso, sebagai juru rawat pimpinan. Pad a waktu itu ada seorang pasien sakit mata bernama R. Mangun Pawiro. la berasal dari Desa Wiladeg Karangmojo. Bapak R. Mangun Pawiro termasuk (pada waktu itu) seorang yang dipandang oleh masyarakat suka mengganggu keamanan. Mengganggu dalam arti yang sebenarnya. la suka mencuri, merampok dan sebagainya. Selama berobat ia berobat di Wonosari, ia menerima berita Injil, akhirnya ia bertobat. la bertobat setelah mendengarkan kisah pertobatan Saul yang didengarnya dari Bapak Mintowiloso yang dengan rajin memberitakan kepadanya. Sejalan dengan pertobatan Bapak R. Mangun Pawiro, di Wonosari juga ada seorang yang sangat mengganggu keamanan masyarakat. Orang tersebut suka mencuri, merampok, mbegal dan sebagainya. la selalu menjadi buruan pemerintah. Hampir-hampir pemerintah pada waktu itu kehabisan akal. Orang tersebut memang menjadi "Lurah"atau pimpinan dari sekelompok penjahat. la bernama Bapak Djosetomo.

Dengan usaha yang tak henti-hentinya, pejabat pemerintah pada waktu itu (Bupati) menghubungi bapak Mintowiloso agar membantu "Menjinakkan" Bapak Djosetomo, agar tidak suka mengganggu keamanan masyarakat. Segala biaya untuk keperluan itu akan disediakan oleh pemerintah, asal Bapak Mintowiloso mau membantu "Menjinakkan" Bapak Djosetomo. Bupati Gunungkidul pada waktu itu berpendapat bahwa orang Kristen itu bertingkah laku baik. Karena berbagai cara telah ditempuh untuk menjinakkan Bapak Djosetomo tetapi belum juga berhasil, maka Bupati Gunungkidul berpendapat : Andaikata Djosetomo menjadi orang Kristen, niscaya ia tidak lagi mau mencuri dan sebagainya. Karena yang dianggap tokoh kristen pada waktu itu ialah Bapak Mintowiloso, maka Bupati Gunungkidul mengadakan konsultasi dengan Bapak Mintowiloso untuk membicarakan kemungkinan mendidik Bapak Djosetomo agar menjadi baik. Didapat kesimpulan bahwa Bapak Mintowiloso bersedia membantu "menjinakkan" Bapak Djosetomo.

Suatu ketika Bapak Djosetomo dipanggil oleh Bapak Mintowiloso. Sesudah Bapak Djosetomo berhadapan muka dengan Bapak Mintowiloso, Bapak Mintowiloso mengemukakan maksudnya bahwa ia membutuhkan tenaga mengapur Hulp Hospital. Tenaga pengapur akan diberi upah  f 0,25 sehari ditambah makan secukupnya. Sedang kepada Bapak Djosetomo akan diberi upah  f 0,50 sehari.

Panggilan Tuhan memang indah.
Dengan melalui jalan semacam itu, akhirnya Bapak Djosetomo bertobat. Sebagai bekas pimpinan kelompok penjahat, maka Bapak Djosetomo banyak didatangi oleh murid-muridnya.
Murid-murid tersebut diajak bertobat, tetapi tidak mau. Mereka meninggalkan Bapak Djosetomo untuk seterusnya menempuh jalan hidup yang telah dipilihnya, yaitu lorong-lorong gelap mencuri, merampok dan sebagainya. Namun semua kegiatan bekas murid bapak Djosetomo selalu dapat digagalkan oleh petugas keamanan Pemerintah, bahkan setiap kali mereka dapat ditangkap, berkat bantuan Bapak Djosetomo yang telah bertobat tadi. Atas panggilan Tuhan, akhirnya ada juga bekas murid Bapak Djosetomo yang bertobat.

Perkembangan di Wiladeg Karangmojo
Bapak R. Mangun Pawiro yang terlebih dahulu bertobat dari Bapak Djosetomo, di Wiladeg juga memberitakan Injil Tuhan yang telah diterimanya. Di Wiladeg bagian utara terdapat sebuah arca banteng.  Arca ini dikeramatkan oleh masyarakat setempat. pada arca tersebut oleh Bapak R. Mangun Pawiro diberi tulisan yang berbunyi : "ARCA BANTENG INI HANYA BERHALA YANG KOSONG". Sudah barang tentu bahwa tulisan tersebut menimbulkan reaksi yang hebat dari masyarakat. Tetapi lambat laun tantangan tersebut berkurang dan Injil Tuhan tersebar juga di Wiladeg sampai sekarang.

Tahun 1923
Tahun 1923 Ds. A. Pos Pendeta utusan di Yogyakarta, mengutus Bapak Jemino Darmowasito ke Wonosari sebagai Guru Injil.

Tahun 1924 di Wonosari dibuka sebuah sekolah Zending, Bapak Saridjan Wignyohardjono
menjadi gurunya yang pertama.

Panitia pendirinya :
Bapak Hardjosuroso - Pimpinan RS. pembantu di Wonosari, Bapak S. Wignyohardjono.
Murid-murid yang pertama ada 11 orang, yaitu :
1. Djumijo                    6.  Wagiman          11.  Muljo
2. Djaini                       7.  Tukiman
3. Ngadiran                 8.  Ngadul
4. Wadijo                     9.  Sumadi
5. Garmono                 10.  Wagina

Tahun 1925
Tahun 1925 Injil Tuhan sampai di Jepitu Rongkop. Orang Kristen pertama bernama Sonokromo.
Kemudian disana juga didirikan Sekolah Zending.

Tahun 1927
Tahun 1927 Injil Tuhan sampai di Ngembes Pathuk. Ternyata di daerah ini Injil Tuhan diterima baik, sehingga pada tahun 1930 di Ngembes telah berdiri sebuah kelompok orang Kristen/Pepanthan. Pada tahun 1927 itu juga dengan perantaraan seorang pegawai RS. Petronella, Injil Tuhan masuk ke Candi Karangmojo. Lahirlah Pepanthan Candi Jatiayu Karangmojo.

Tahun 1929
Pada tahun 1929 Injil Tuhan masuk ke Wilayah Kalongan Playen. Orang yang pertama-tama menjadi Guru Injil di Kalongan adalah Bapak Djajadimedja.

Tahun 1930
Karya Tuhan memang indah. Ada seorang murid PBH sedang sakit. Murid ini akhirnya ikut katakisasi sampai ia menerima Baptis. Pelayanan baptis dilaksanakan oleh Ds. Alaart di Kemadang. Orang tersebut bernama Kertomulyo. Kemudian di Kemadang dibuka sekolah Zending. Sekarang Kemadang menjadi sebuah Pepanthan.

Tahun 1931
Setelah mengalami berbagai proses dan perkembangan, maka pada tanggal 19 Juli 1931 diadakan suatu Rapat Majelis yang pertama di Wonosari.Dengan peristiwa ini maka dewasalah GKJ Wonosari, sekalipun pada waktu itu belum mempunyai seorang Pendeta yang secara khusus mengurusi/melayani jemaat Wonosari.
Bersama dengan tahun 1931 itu juga, Pugeran Semin juga menerima Firman Tuhan, Bapak Mangun Suwita seorang guru klenik dengan perantaraan Bapak Petrus (Guru Injil) di Wuryantoro, akhirnya bertobat. lahirlah Pepanthan Pugeran yang sekarang menjadi GKJ Pugeran. Orang-orang Kristen pertama antara lain: Bapak Kertodikromo, Bapak Somo, Bapak Mentodikromo, dan Bapak Martodikromo.

Tahun 1933
Di Wirik Kulon, Ponjong dibuka Sekolah Zending yang dipimpin oleh Bapak R. Djenaldi Hadisiswaja. Sekalipun pernah mengalami murid-murid bubar karena ada berita bahwa orang Kristen jika kelak mati akan menjadi celeng (babi hutan), tetapi ternyata Firman Tuhan tidak ditolak di daerah ini. Murid-murid suka masuk sekolah lagi sesudah dijelaskan dengan sabar oleh Bapak Hadisiswaja. Bahkan sekalipun kemudian lama tidak ada Sekolah Kristen di sana, namun akhirnya lahir pula sebuah Pepanthan Susukan. Dari Pepanthan Susukan ini kemudian dibangun SD dan SPG BOPKRI (sekarang SMU BOPKRI Ponjong).

Tahun 1934
Melalui Bapak Dwijosupadmo, Firman Tuhan masuk di daerah Tambran, Semin. Baik Tambran maupun Pugeran semula adalah Pepanthan Wonosari, sekarang menjadi bagian Wilayah Watusigar. Tahun 2000 Panthan Pugeran mendewasakan diri menjadi GKJ Pugeran.

Tahun 1937
Dari Jepitu, Injil Tuhan sampai di Cuwelo. Orang yang pertama menerima Firman adalah Bapak Wonokariyo. Bersamaan dengan Cuwelo, Injil  Tuhan sampai pula di Baran, Bapak Hadipurwoko-lah orang Baran pertama yang bertobat. Bapak Wonokariyo adalah ayah Bapak Hadipurwoko.

Tahun 1938
Karangawen sebelah timur Jepitu, akhirnya juga menerima berita keselamatan.

Tahun 1942
Jemaat Wonosari yang telah dewasa diperkenankan oleh Tuhan untuk memanggil pendetanya yang pertama. Yang dipanggil sebagai Pendeta yang pertama ialah Bapak Ds. R. Wijoto Hardjotaruna.

Tahun 1944
Pad a tahun 1944 Firman Tuhan tersebar pula sampai Bintaos, Banjarejo dan sekitarnya.

Tahun 1945
Dengan melalui pekerja di RS. Wonosari, Bapak Kromosono menerima kasih Tuhan.  Bapak Kromosono ini tinggal di Logandeng. Anaknya yang bernama Efrayim Mugoharsono meneruskan kasih Tuhan kepada orang disekitarnya. Maka lahirlah Pepanthan Logandeng (Sekarang GKJ Logandeng).

Tahun 1946
Pada tahun 1946 di Paliyan dibuka Poliklinik Negeri. Mantri yang pertama ialah Bapak Mino Siswodarminto. la dididik sebagai mantri oleh RS. Bethesda Yogyakarta. la beserta isterinya berasal dari Wiladeg, Karangmojo. Karena suami isteri ini telah menerima Firman Tuhan (telah bertobat) maka keduanya langsung atau tidak langsung selalu memberitakan Injil Tuhan. Pada tanggal 16 Februari 1958 ada dua orang berasal dari Paliyan yang dipanggil Tuhan untuk menerima Baptis Suci. Pelaksanaannya masih menjadi satu dengan Pepanthan Kalongan di Kalongan. Akhirnya Paliyan tumbuh menjadi sebuah Pepanthan dan kemudian menjadi jemaat Dewasa. Orang-orang yang menerima Baptis tersebut ialah : Sdr. Suparmono dan Sdr. Mukarto.

Tahun 1952
Bapak Purwoatmojo Mantri Poliklinik Panggang membawa Injil ke Panggang. Pekerjaannya diberkati Tuhan, sehigga kemudian ada yang diperkenankan Tuhan untuk menerima Baptis. Orang-orang pertama yang di Baptis ialah :  Bapak Sutrimo Wignyosumarto dengan isteri dan Bapak Udipawiro dengan isteri. Lahirlah di Panggang sebuah Pepanthan.
Pada tahun 1952 Injil Tuhan tersebar sampai di Bantalwatu Tepus. Seorang Mantri Inlicter yang bekerja disana, yaitu Bapak Ngatiyo Iskak Suryoatmojo, memberitakan Injil Tuhan.
Pekerjaannya yang diberkati Tuhan menghasilkan sebuah Pepanthan Bantalwatu.  Bahkan la karena sesuatu hal berhenti dari jabatannya sebagai Pegawai Negeri. Beberapa tahun kemudian ia dipanggil Tuhan untuk menjadi Pembantu Pendeta (Guru Injil) di daerahnya. Panggilan Tuhan tidak berhenti sampai disini, karena ternyata kemudian bahwa Bapak Ngatiyo Iskak dipanggil Tuhan untuk menjadi Pendeta di  Jemaat Baran, yang wilayahnya meliputi Pepanthan Bantalwatu.

Tahun 1956
Ada suatu kamp kerja pemuda-pemuda Internasional bertempat di Menggora Playen. Dipilih disana karena di tempat itu secara insidental diadakan suatu pelayanan kesehatan/pengobatan oleh Mantri-mantri kesehatan yang beragama Kristen. Poliklinik itu sekarang dipimpin oleh Bapak Tukino Ciptosusilo. Sejalan dengan perkembangan Poliklinik di Menggora, maka makin banyak pula orang yang dipanggil Tuhan untuk bertobat.
Sebelum di Menggora berdiri sebuah Poliklinik, di Sanglor sebelah selatan Menggora, juga tersebar Firman Tuhan. Pada waktu itu ada seorang Guru SR (sekarang SD) yang bernama Bapak Probowiyono, yang selalu memberitahukan Injil Tuhan. Sebelum ia menjadi Guru SD, ia bekerja sebagai Guru Injil ditempat lain. Pada tanggal 1 Desember 1956 ia dipindahkan ke Sendowo Nglipar, sebagai Kepala Sekolah. Namun demikian wilayah yang ditinggalkan tumbuh pula sebuah Pepanthan. Baik Menggora maupun Sanglor sampai sekarang menjadi Pepanthan Jemaat Paliyan. Bapak Probowiyono ini sekarang dipanggil Tuhan menjadi Pendeta di Jemaat Ngulakan.

Tahun 1957
Bapak Probowiyono yang semula menjadi guru SR di Sanglor dipindahkan sebagai Kepala Sekolah di Sendowo Nglipar. Di tempat yang baru ini ia juga memberitakan Injil  Tuhan.
Katakisasi diadakan dirumahnya di Sendowo. Setelah mengalami hambatan-hambatan dari orang-orang yang tidak senang, kemudian kegiatan Katakisasi dan Kebaktian dipindahkan dari Sendowo ke Kebonjero yang tidak jauh dari Sendowo. Kegiatan Katakisasi di Kebonjero berlangsung dirumah Bapak Sosial. Kemudian lahirlah Pepanthan Kebonjero sampai sekarang. Dari Kebonjero berkembang sampai di Hargomulyo, Nglipar, Pilangrejo dan sekitarnya.

PERKEMBANGAN JEMAAT WONOSARI MENJADI BEBERAPA JEMAAT

Sampai tahun 1966 di Gunungkidul hanya ada dua Jemaat, yaitu Wonosari dan Watusigar.
Jemaat Wonosari meliputi Kecamatan : Wonosari, Nglipar, Patuk, Playen, Paliyan, Panggang, Tepus, Rongkop, Semanu, Karangmojo, Ponjong dan Semin. Sedangkan Jemaat Watusigar meliputi Kecamatan Ngawen. Untuk meningkatkan pelayanan dan penggembalaan, secara berangsur-angsur ada Pepanthan yang perlu didewasakan.

Tanggal  5 Januari 1967
Pepanthan Paliyan yang meliputi Kecamatan Panggang, Paliyan, Playen dan Patuk didewasakan menjadi Jemaat Paliyan.

Tanggal 3 Juni 1968
Pepanthan Wiladeg didewasakan menjadi jemaat Wiladeg, wilayahnya meliputi Kecamatan Karangmojo dan Ponjong. Bersama dengan itu Pepanthan Pugeran dan Tambran yang semula bagian dari Jemaat Wonosari, digabungkan menjadi Jemaat Watusigar. Hingga Jemaat yang tersebut ini wilayahnya meliputi Kecamatan Ngawen dan Semin.

Tanggal 25 Desember 1968
Pepanthan Baran didewasakan menjadi Jemaat Baran. Wilayahnya mencakup Kecamatan Rongkop dan sebagian Kecamatan Semanu dan Tepus.

Tanggal 10 Juli 2002
Pepanthan Kemadang didewasakan menjadi Jemaat Kemadang. Wilayahnya mencakup Kecamatan Tanjungsari, Purwosari, dan sebagian Kecamatan Semanu dan Tepus.

PERKEMBANGAN MENJADI KLASIS GUNUNGKIDUL
Dalam suatu Sidang Klasis Yogyakarta tanggal 25 Desember 1969 diusulkan adanya regrouping Klasis yang terdiri dari Klasis Yogyakarta Barat, Yogyakarta Timur dan Klasis Gunungkidul.
Klasis Yogyakarta Barat wilayahnya Kabupaten Kulonprogo dan sebagian Kodya Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul. Sedangkan Wilayah Klasis Gunungkidul adalah semua Wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Tahun 1972
Dalam suatu Sidang Sinode di Klaten disetujui adanya regrouping Klasis Yogyakarta. Berdirilah Klasis Gunungkidul, Yogyakarta Barat dan Yogyakarta Timur.
Sebelum mengikuti Sidang Sinode di Klaten, Gunungkidul telah mengadakan Sidang Klasis yang pertama di Wonosari dan berlangsung dari tanggal 17 sampai 18 November 1969. Pada Sidang Klasis yang pertama ini dihadiri oleh Wakil Sinode, Deputat K.K.K., Wakil Klasis YogyakartaTimur, para undangan dan PAPD Gunungkidul. Bupati Gunungkidul KRT. Djajadiningrat, BA dalam kata sambutannya antara lain mengatakan : Disamping mengucapkan selamat juga mengharapkan agar selalu berhati-hati dalam menyebarluaskan agama demi terwujudnya ketentraman dan keamanan Negara dan Persatuan Bangsa.

PENUTUP

Demikian secara selayang pandang kegiatan pelayanan di GKJ Wonosari Gunungkidul, hal-hal lain yang tidak masuk didalam laporan ini terlampir didalam Materi Rapat Majelis Terbuka, kami mengakui tentu saja dalam penyusunan laporan ini masih jauh kurang memuaskan. Adanya kekurangan ini hendaklah dapat dimaklumi, karena itu yang sangat penting adalah dengan adanya catatan ini kita tahu akan kelimpahan Tuhan, kita tahu bagaimanapun Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja tidak pernah membiarkan GerejaNya, IA selalu menyertai dan membimbing GerejaNya agar KerajaanNya makin berkembang dimuka bumi ini.
Disini perlu kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah memberikan bantuan penyusunan laporan ini khususnya kepada semua komisi, Panitia dan Pengurus yang ada di GKJ Wonosari Gunungkidul.
Kiranya Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja senantiasa memberkati setiap pelayanan kita sekalian.
Amin. 


120200 GKJ Watusigar

Tanggal Pendewasaan: 16 Nopember 1950
Alamat: Watusigar RT.01 RW.12,
Ngawen, Gunungkidul,
Yogyakarta - 55853
Telepon:  Email: Gereja@
Pepanthan: 9 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Lucas Prasetya Pribadi, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em. Otniel Ngatius
KK:  Warga Dewasa: 639 Warga Anak: 267 Jumlah: 906

 


jpg120300 GKJ Paliyan

Tanggal Pendewasaan: 01 Juli 1967
Alamat: Tahunan, Karangduwet,
Paliyan, Gunungkidul,
Yogyakarta - 55871
Telepon: +628122699921 Email: Pdt_Yusaks@Yahoo.co.id
Pepanthan: 6 Blok/Wilayah: 0/0
Pep. Menggoro; Pep. Sanglor; Pep. Ngembes; Pep. Putat, Pep. Kalongan; Pep. Tungu
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Yusak Sumardiko, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em. Alfius Wastono, S.Th
KK: 237 Warga Dewasa: 601 Warga Anak: 130 Jumlah: 731

Profil dan Sejarah

GKJ Paliyan adalah sebuah gereja yang terletak di pedukuhan Tahunan Desa Karangduwet Kecamatan Paliyan Kabupaten Gunungkidul. Yang jaraknya 40 km ke arah selatan kota Yogyakarta. GKJ Paliyan yang dulu dengan sebutan P4 ini sejak tanggal 1 Juli 1967 sudah menjadi Gereja yang dewasa diantara gereja-gereja yang tergabung dalam Klasis Gunungkidul.

Wilayah pelayanan GKJ Paliyan meliputi 1 Induk dan 6 Pepanthan yang tersebar di 4 Kecamatan yaitu Pepanthan Ngembes dan Putat di Kecamatan Pathuk, Pepanthan Klongan, dan Menggoro di Kecamatan Playen, Induk GKJ Paliyan dan Pepanthan Tungu di Kecamatan Paliyan, serta Pepanthan Sanglor di Kecamatan Panggang.

Orang yang terlibat dalam penginjilan dan perkembagan jemaat di GKJ Paliyan adalah:
• RM. Besar – perkembangan Panthan Ngembes sekitar tahun 1927

• Bapak Sutodihardjo

• Bapak R. Djenaldi Hadisiswaya (Ngembes, Sanglor dan Menggoro)

• Bapak Joyodimejo – perkembangan Panthan Kalongan sekitar tahun 1929

• Bapak Mino Siswodarminto – perkembangan Injil di Induk Paliyan dan Panthan Tungu sekitar tahun 1946

• Keluarga R. Prabawiyana – perkembangan Pepanthan Sanglor bermula pada tahun 1953

• Majelis Pemuda Kristen Oikoumene (MPKO) – perkembangan Panthan Menggora dan Sanglor sekitar tahun 1956

• Pendeta Alfius Wastono, S.Th. – Pendeta sekitar tahun 1976 – 1998

• Pendeta Yusak Sumardiko – Pendeta tahun 2001 – sekarang 


jpg120400 GKJ Wiladeg

Tanggal Pendewasaan: 03 Juni 1968
Alamat: Jl. Wonosari-Karangmojo KM.6,
Desa Wiladeg, Kec. Karangmojo,
Kab. Gunungkidul, DIY - 55891
Telepon:  Email: gkjwiladeg@gmail.com
Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 9/0
Pep. Ngipak; Pep. Candi
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Yehuda Fajar Kristian Labeti, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em.  Alfius Suwandi, S.Th.
KK:  Warga Dewasa: 1071 Warga Anak: 263 Jumlah: 1334

Profil dan Sejarah

GKJ Wiladeg didewasakan dari GKJ Wonosari pada tanggal 03 Juni 1968 dengan wilayah Kecamatan Karangmojo dan Kecamatan Ponjong, yang terbagi dalam 9 Wilayah dan 11 Pepanthan, yaitu: Susukan, Ngagel, Wirik, Jatisari, Ngampelombo, Bedoyo, Bejiharjo, Grogol, Karanganom, Ngipak dan Candi dengan jumlah warga Jemaat pada saat itu 811 jiwa. Pendeta pertama kali GKJ Wiladeg adalah Pdt. Em. Alfius Suwandi, S.Th. yang ditahbiskan pada tanggal 23 Agustus 1974 dan Emeritus pada tanggal 28 Agustus 2004. Pada tanggal 07 Juni 1987, GKJ Wiladeg mendewasakan Jemaat Wilayah Kecamatan Ponjong, menjadi GKJ Susukan dengan Pepanthan:  Susukan, Ngagel, Wirik, Jatisari, Ngampelombo, Bedoyo. Pada tanggal 11 April 2010, GKJ Wiladeg mendewasakan Pepanthan Bejiharjo, Grogol dan Karanganom menjadi GKJ Bejiharjo. Pada tanggal 03 Juni 2010, GKJ Wiladeg menahbiskan Pendeta Yehuda Fajar Kristian Labeti, S.Si. menjadi Pendeta Jemaat. 


jpg120500 GKJ Baran

Tanggal Pendewasaan: 28 Agustus 1968
Alamat: d/a. Pdt. Paulus Suparman, S.Th.,
Kerdonmiri, Karangwuni,
Rongkop, Gunungkidul - 55883
Telepon:  Email: gkj_baran@yahoo.co.id
Pepanthan: 9 Blok/Wilayah: 0/0
Pep. Petir; Pep. Kentheng; Pep. Karangwuni; Pep. Pakel; Pep. Ngelo; Pep. Karangwetan; Pep. Jepitu; Pep. Karangaawen Barat; Pep. Karangawen Timur
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Paulus Suparman, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 280 Warga Dewasa: 670 Warga Anak: 170 Jumlah: 840

Profil dan Sejarah

MASA  PERINTISAN

Pada tahun 1938 Injil Tuhan masuk ke wilayah desa Jepitu bersamaan dengan didirikan sekolah Zending. Orang Kristen Pribumi yang pertama adalah Bapak Dono. Dan selanjutnya di bawah bimbingan Guru Injil Bapak Madyo Suwignya lahirlah Panthan Jepitu.

Pada tahun 1942 Injil Tuhan masuk kewilayah Dusun Cuwelo, Kalurahan Candirejo. Orang Kristen pertama adalah Bapak Wono. Di bawah bimbingan Guru Injil Bapak Abner lahirlah panthan Cuwelo.

Pada tahun 1948 di Baran bertugas seorang perawat Kristen yaitu Bapak Mursiyo, beliau mencoba mengena1kan kekristenan kepada beberapa warga pribumi tetapi karena beliau bertugas tidak terlalu lama, pada jaman beliau belum ada warga Baran yang menerima Injil. Kepindahan Bapak Mursiyo digantikan Bapak Suryono beliau juga seorang mantri kesehatan Kristen. Bapak Suryono beserta Ibu mengenalkan Injil kepada beberapa warga; melalui kegiatan kewanitaan ( a.l: kursus menyulam, masak, dsb ) ada beberapa peserta yang menerima Injil antara lain : Ibu Srini, Ibu Rudilah dan disusul Ibu Surati , Bapak Hadi Suparso, Bapak Karso dan seterusnya. Dan selanjutnya Ibu Srini menikah dengan Bapak Purwoko dari Cuwelo, Ibu Surati dengan Bapak Warso dari Cuwelo, dan Ibu Rudilah menikah dengan Bapak Sutarto dari Karangmojo dan Bapak Hadi Suparso dengan Ibu Mursitun. Perkembangan Injil di Baran makin dirasakan dengan kehadiran seorang Guru SD yaitu Bapak Dwijo Trapsilo dari Surakarta. Kedua beliau inilah yang mempelopori pemberitaan Injil di wilayah Baran. Atas prakarsa Bapak Suryono dan Bapak Dwijo Trapsilo warga yang ada di Baran mengadakan kebaktian sendiri dan kedua beliau dikukuhkan menjadi Majelis pertama oleh GKJ Gondokusuman Y ogyakarta, walaupun kalau Perjamuan Kudus masih menggabung dengan panthan Cuwelo ataupun Jepitu. Kebaktian Panthan Baran yang pertama diselenggarakan di rumah dinas Bapak Suryono selanjutnya Bapak Suryono mempersembahkan tanah kemudian dibangun sebuah gedung gereja walaupun sederhana bahkan pernah mengalami roboh.

"Dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia". Firman ini sangat dirasakan, ternyata dari beberapa orang dan melalui beberapa orang boleh bertumbuh dan perkembang di Wilayah Baran.
Ketiga panthan tersebut di bawah pelayanan GKJ Gondokusuman Y ogyakarta yang selanjutnya oleh GKJ GondoKusuman diserahkan ke GKJ Wonosari, Klasis GunungkiduL.

MASA PENDEWASAAN :

Diamati oleh Majelis GKJ Wonosari, demi efektifitas dan efisiensi pelayanan maka ketiga panthan yang ada di Zone seIatan yaitu Baran, Jepitu dan Cuwelo pada tanggal 28 Agustus 1968 di regrouping menjadi satu dan didewasakan menjadi GKJ sendiri. Dengan mempertimbangkan letak geografis, Potensi warga, dsb, Baran ditetapkan menjadi gereja Induk sedangkan Jepitu dan Cuwelo sebagai panthannya. Majelis Pertama adalah :  Bp. Marto Hadi Purwoko, Bapak Karso Setiko, Bapak D.Rakiman, Bp.Tirto Saroyo, Bp.Sutarto, Bp.Ngadino, Bp. D.Suparno. Bp. Saido

MASA PERKEMBANGAN :
Setelah didewasakan nampak karya Allah di wilayah GKJ Baran antara lain :

A. Pertumbuhan warga:
1. Pada tahun 1973 muncul panthan Bantalwatu, kelurahan Sumberwungu, hasil pengembangan dari panthan Cuwelo.
2. Pada tahun 1976 muncul Panthan Karangawen perkembangan dati Jepitu.
3. Tahun 1980 panthan Ngelo perkembangan dari Baran. Dan muncul panthan Kentheng perkembangan dari Jepitu.
Panthan Panggul perkembangan dari Cuwelo.
        4. Tahun 1984 panthan Pakel dan Karangwuni perkembangan dari Baran.
        5. Tahun 1987 panthan Karangwetan perkembangan dari Baran.
        6. Tahun 1988 Panthan Karangawen Timur perkembangan dari Karangawen Barat.
        7. Tahun 1989 Panthan Petir perkembangan dari Ngelo.
        8. Tahun 1990 Kelompok Botodayaan perkembangan dari Kentheng.

B.    Kemandirian di bidang pelayanan :

1. Tahun 1974 GKJ Baran dapat memanggil Pendeta pertama dalam diri Bapak Iskak Surya Atmaja dan memasuki Pensiun pada tahun 1984, ( Karena Kondisi Kesehatan ).
2. Pada Tahun 1986 memproses Bapak Paulus Suparman dan selanjutnya ditahbiskan menjadi Pendeta kedua pada tanggal 14 Oktober 1988 sampai sekarang.
3.  Pada masa-masa GKJ Baran belum berpendeta beberapa Pendeta Gereja tetangga ditetapkan Klasis menjadi Pendeta Konsulen di GKJ Baran antara lain:  Pdt. Hadi Siswoyo, Pdt. Wiyoto, Pdt. Darmo Susastro, Pdt. Supangat Rekso Wardoyo, Pdt. Alfius Suwandi, Pdt.Supiarso, Pdt.Alphius Wastono.
4.  Banyak warga jemaat yang berkenan terlibat dalam pelayanan baik sebagai Penatua, Diaken ( Majelis) ataupun sebagai Pengurus, Komisi, Panitia, dsb.

C.   Di Bidang Pendanaan :
Pada saat didewasakan sampai tahun 1985 GKJ Baran tergolong gereja "lemah" ( biaya pelayanan dibantu dengan Dana Bantuan Antar Gereja /DBAG, sejak tahun 1986 sampai sekarang mampu mencukupi biaya pelayanan sendiri.

Pertumbahan dan perkembangan GKJ Baran terjadi karena Kuasa Allah tetapi juga karena kesediaan warga jemaat terlibat dalam setiap pelayanan dan kesediaan warga jemaat mendukung setiap program jemaat baik dukungan : Doa, Daya ataupun Dana. Semoga semangat para perintis gereja, tetap kita millki bersama. Amin 


120600 GKJ Logandeng

Tanggal Pendewasaan: 01 Januari 1987
Alamat: d/a. Klasis Gunungkidul,
Jl. Karangmojo KM.2,3,
Selang, Wonosari,
Gunungkidul - 55851
Telepon: 0274391234 Email: Gereja@
Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Yogantara Prasetyawan
Vikaris: 1 Pendeta Emeritus: 0
CPdt.Yeshua Ginarid, S.Th.; -
KK:  Warga Dewasa: 290 Warga Anak: 71 Jumlah: 361

 


120700 GKJ Susukan

Tanggal Pendewasaan: 06 Juli 1987
Alamat: a/n. Pdt. Petrus Eko Budi,
Jl. Sidodadi, Susukan II/42,
Ds Genjahan, Kec. Ponjong,
Gn.Kidul, Yogyakarta - 55892
Telepon: 02747490399 Email: petrussetyono@Yahoo.co.id
Pepanthan: 7 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Petrus Eko Budi Setyono, S.Th.,M.Min.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK:  Warga Dewasa: 651 Warga Anak: 249 Jumlah: 900

 


jpg120800 GKJ Pugeran

Tanggal Pendewasaan: 31 Oktober 1999
Alamat: d/a SMP BOPKRI Semin,
Gunungkidul, Yogyakarta - 55854
Telepon:  Email: Gereja@
Pepanthan: 5 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Anugrah Kristian, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 196 Warga Dewasa: 529 Warga Anak: 173 Jumlah: 702

 

 

 

 

 

 


120900 GKJ Kemadang

Tanggal Pendewasaan: 10 Juli 2002
Alamat: Jl. Baron KM.17,
Kemadang, Tanjungsari,
Gunungkidul, Yogyakarta
Telepon:  Email: Gereja@
Pepanthan: 5 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Christiana Riyadi, S.IP.,S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 307 Warga Dewasa: 668 Warga Anak: 171 Jumlah: 839


121000 GKJ Sabda Adi Semanu

Tanggal Pendewasaan: 10 Desember 2004
Alamat: Jl. Jend. Sudirman No.6,
Semanu, Gunungkidul,
Yogyakarta - 55893
Telepon: 02748242953 Email: stef_toro@yahoo.co.id
Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 12/0
Pep. Regedeg; Pep. Bantalwatu
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Stefanus Iwan Listyantoro, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK:  Warga Dewasa: 394 Warga Anak: 109 Jumlah: 503

Profil dan Sejarah

Hamparan pohon jati dan pohon singkong akan menyambut siapa saja yang datang di daerah perbukitan kapur. Tanahnya berbatu. Jalan yang berkelok-kelok, halus, hitam melicin sudah merambah di daerah kami. Hampir semua jalan beraspal. Semanu terletak di dataran tinggi Gunungkidul, kira-kira 7 kilometer arah timur kota kabupaten, Wonosari, Jogjakarta. Di situlah kami gereja GKJ Sabda Adi Semanu berada. Bertumbuh dan berkembang di tanah tandus dan berbatu, melalui benih yang disebar oleh seorang mantri klinik di puskesmas Semanu tahun 1949 bernama Tegoroso. Sekarang berjumlah 481 jiwa.
Ada tiga wilayah pelayanan. Di Semanu rata-rata berkarya mengolah tegalan, ada yang berdagang di pasar, buruh, dan sebagian menjadi pegawai Negara. Sedangkan di Bantalwatu dan Regedeg (di Kecamatan Tepus yang kekurangan air) sebagaian besar menjadi petani. Kami adalah orang-orang yang ditempatkan Tuhan dan ditempa oleh lingkungan sehingga menjadi ulet dan kuat.

 


121100 GKJ Semanu Baru

Tanggal Pendewasaan: 14 April 2005
Alamat: Semanu Utara RT.04 RW.35,
Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta
Telepon:  Email: Gereja@
Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 0/0
Pep. Panggul; Pep. Cuwela
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Agustinus Wardoyo, S.Ag.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK:  Warga Dewasa: 125 Warga Anak: 33 Jumlah: 158

 


jpg111200 GKJ Bejiharjo

Tanggal Pendewasaan: 11 April 2009
Alamat: Bejiharjo, Karangmojo,
Gunungkidul, Yogyakarta - 55891
Telepon:  Email: gkjbejiharjo@gmail.com
Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 5/0
Pep. Karanganom; Pep. Grogol
Pendeta L: 0Pendeta P: 1 Jumlah: 1
Pdt. Ni Luh Putu Artha Wahyuni, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 208 Warga Dewasa: 378 Warga Anak: 114 Jumlah: 492

Profil dan Sejarah

Pada tahun 1936 seorang bernama Partowijoyo alias Sandino dari Dusun Ngringin Desa Bejiharjo mulai mengenal Kristus melalui Pendidikan Zending yang dilaksanakan di kota Wonosari. Pada tanggal 25 Desember 1962 Bp. Partowijoyo dan isterinya dibaptis. Kemudian tahun 1967 Bp. Partowijoyo ditetapkan sebagai Majelis GKJ Wiladeg, dari inilah Jemaat Tuhan di Bejiharjo mulai tumbuh dan berkembang. Kemudian pada hari Sabtu Wage, 11 April 2009 GKJ Bejiharjo yang merupakan Pepanthan GKJ Wiladeg bersama 2 Pepanthan lainnya didewasakan oleh Majelis GKJ Wiladeg dengan nama        "GKJ BEJIHARJO". 


111300 GKJ Panggang

Tanggal Pendewasaan: 10 Oktober 2009
Alamat: Jl. Panggang-Wonosari KM.6,5,
Mendak RT.02 RW.07,
Girisekar, Panggang,
Gunungkidul - 55872
Telepon:  Email: gkjpanggang@gmail.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 0/3
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Subagyo, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
KK: 85 Warga Dewasa: 222 Warga Anak: 42 Jumlah: 264


kirim | cetak | pdf