060000 Klasis Magelang

Pembiakan dari , -
d/a. SMA Kristen I,
Jl. Veteran No.8
Magelang - 56117
Telepon:  Email: Klasis@
Gereja Dewasa: 11 Pepanthan: 15 Blok/Wilayah: 14/20
Pendeta L: 10  Pendeta P: 1  Jumlah Pendeta: 11
Vikaris: 0  Pendeta Emeritus: 5
KK: 1.417  Warga Dewasa: 4.101  Warga Anak: 1.853  Jumlah: 5.954


jpg060100 GKJ Magelang

Tanggal Pendewasaan: 31 Januari 1924
Alamat: Jl. Tentara Pelajar No.106,
Magelang - 56122
Telepon: 0293361194 Email: gkjmagelang@gmail.com
Pepanthan: 5 Blok/Wilayah: 8/0
Pep. Kiringan; Pep. Nambangan; Pep. Glagahombo; Pep. Trisip; Pep. Kalinegoro
Pendeta L: 2Pendeta P: 0 Jumlah: 2
Pdt. Saryoto, S.Ag.; Pdt. Toni Jadmiko, M.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em. Soeprijo Laban
KK: 0 Warga Dewasa: 1418 Warga Anak: 804 Jumlah: 2222

Profil dan sejarah

Keberadaan GKJ Magelang tidak terlepas dari peran Ds. Markelijn yang mulai mengabarkan Injil sejak tahun 1911 di wilayah Magelang. Seiring dengan didewasakan jemaat Tionghoa yang menjadi GKI Pajajaran, jemaat Jawa pun juga segera mendewasakan diri. Tepat pada Januari 1924 berdirilah GKJ Magelang. Hingga saat ini GKJ Magelang telah dilayani 11 Pendeta. Mulai dari Ds. Markelijn, Ds. Van Nes, Ds. IN Siswowasono, Ds. Noto Subali, Ds. Suprijo Laban, Ds. Samana Hs, Ds. Suwarto, Pdt. Dwi Edi Nugroho, Pdt. Saryoto, S.Ag. dan Pdt. Toni Jadmiko, M.Th.
Peresmian berdirinya gedung pada tanggal 21 Maret 1921 di JI. Bajeman 46 Magelang. 


jpg060200 GKJ Muntilan

Tanggal Pendewasaan: Tahun 1937
Alamat: Jl. Pemuda No.199,
Muntilan,
Kab. Magelang - 56415
Telepon: 0293585312 Email: gkj_muntilan@yahoo.co.id
Pepanthan: 5 Blok/Wilayah: 0/0
Pep. Jamblangan; Pep. Sirahan; Pep. Dondongan; Pep. Kapuhan; Pep. Bengan
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Nunung Trihastomo, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em. Mudjono, M.Miss.
KK: 200 Warga Dewasa: 337 Warga Anak: 107 Jumlah: 444 

 

 

 

 


060300 GKJ Bono

Tanggal Pendewasaan: 29 Oktober 1939
Alamat: d/a. Bp.Pdt.Sabar Martana, S.PAK.,
Dsn. Bono, Desa Kajangkoso,
Kec.Pakis,
Kab.Magelang - 56193
Telepon: 02935809653
Email: Gereja@
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Sabar Martana, S.PAK.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
-; -
KK: 50 Warga Dewasa: 64 Warga Anak: 34 Jumlah: 98 


jpg060400 GKJ Ngablak

Tanggal Pendewasaan: 07 Oktober 1950
Alamat: Jl. Raya Ngablak-Magelang,
KM.28 No.17, Ngablak,
Magelang - 56194
Telepon:  Email: Gereja@
Pepanthan: 1 Blok/Wilayah: 6/0
Pendeta L: 0Pendeta P: 0 Jumlah: 0
Belum Punya Pendeta
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em. Icclesia Ratri Kurnia, S.Th.,M.Si.
KK: 105 Warga Dewasa: 239 Warga Anak: 70 Jumlah: 309 

 

 

 

 

 


jpg060500 GKJ Mertoyudan

Tanggal Pendewasaan: 31 Oktober 1966
Alamat: Jl. Kyai Irsyad No.30,
Pandansari, Sumberrejo,
Mertoyudan,
Magelang - 56172
Telepon: 0293325650
 Email: gkj.mertoyudan@yahoo.com
Pepanthan: 3 Blok/Wilayah: 0/0
Pep. Podosoko; Pep. Blondo; Pep. Dogaten
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Johan Budiman, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em. Sugeng Dwijanto Sindhuprayitno
KK: 279 Warga Dewasa: 532 Warga Anak: 167 Jumlah: 699 

 

 

 


jpg060600 GKJ Plengkung

Tanggal Pendewasaan: 21 Mei 1970
Alamat: Jl. Kapten Piere Tendean No.4,
Magelang - 56116
Telepon: 0293364264 Email: gkj.plengkungmagelang@gmail.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 0/7
Pendeta L: 1Pendeta P: 1 Jumlah: 2
Pdt. Kristian Yudi Nugroho, S.Si.; Pdt. Gledis Yunia Debora Angelita, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1
-; Pdt. Em. Samana Hardjosuwito, BD.
KK: 387 Warga Dewasa: 660 Warga Anak: 324 Jumlah: 984

 

 

 

 


jpg060700 GKJ Grabag Merbabu

Tanggal Pendewasaan: 01 Juli 1995
Alamat: Jl. Kyai Siradj No.99,
Grabag,
Magelang - 56196
Telepon: 02933148171 Email: kempoek60@yahoo.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 0/6
Pendeta L: 0Pendeta P: 0 Jumlah: 0
Belum Punya Pendeta
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
-; -
KK: 47 Warga Dewasa: 123 Warga Anak: 57 Jumlah: 180

Profil dan Sejarah

Jauh sebelum kemerdekaan, banyak orang-orang keturunan: Thionghoa yang membuka usaha dagang di Grabag. Kedatangan nereka di Grabag tidak bisa diketahui dengan pasti. Setelah mereka sukses membuka usaha berdagang, mereka mengadakan persekutuan kecil, yang akhirnya berkembang rnenjadi sebuah kelompok yang besar. Awal dari diadakannya persekutuan ini jugatidak diketahui dengan pasti. Sesudah kelompok ini berkembang menjadi besar dan juga untuk nemudahkan pemeliharaan warga jemaat, maka kelompok ini resmi bergabung dengan Gereja Hoa Kiauw Kie Toh Kauw Hwee (GHKKTKH) sebagai pepanthan.
Karena semakin banyaknya warga baik dari keturunan Thionghoa maupun pribumi, maka pepanthan ini didewasakan pada tanggal 15 Juli 1938. sebagai awal dari didewasakannya gereja ini, telah dibangun sebuah gedung gereja yang tidak diketahui kapan pelaksanaan pembangunannya. Pendewasaan gereja inilah yang menjadi cikal bakal adanya gereja yang ada di kecamatan Grabag. Adapun susunan majelis pertama kali sesudah pendewasaan gereja antara lain sebagai berikut:
Liem Ik Tjiang
Tt Liem Siaw Hie
Tt Go Sing Liang
Tt Theng Djie le
Dk Hadi Sanyata
 
Keberadaan Gereja sebelum merdeka
Sebelum dan sesudah gereja didewasakan, pelayan firman dilakukan oleh para  pelayan firman yang juga kebanyakan warga Thionghoa antara lain :
Guru Injil Diong
Ds S.HLiem
Then Djien Soei
Ds. Merkelyn
Siswa-siswa Sekolah Theologi Yogyakarta
Kegiatan-kegiatan bergereja tetap berlangsung terus menerus sampai
Indonesia merdeka pada tahun 1945.

Dari data-data yang berhasil dikumpulkan, tidak banyak diketahui tentang peranan dan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pihak gereja untuk mendukung kemerdekaan Rl. Akan tetapi bukan berarti orang-orang Kristen tidak mendukung upaya-upaya untuk mencapai kemerdekaan, melainkan gereja pada saat itu memilih untuk tidak berpolitik praktis. Setelah Indonesia merdeka, bukan berarti perang sudah selesai begitu saja tetapi perang masih terus berkecamuk. Salah satunya adalah pertempuran antara pasukan pejuang kemerdekaan dengan pasukan Belanda yang "membonceng" NICA, yang pada saat itu terkenal dengan sebutan zaman Clash yang kedua yang terjadi pada bulan Desembar 1948.

Ketika terjadi Clash kedua suasana menjadi semakin genting, dan gereja juga tertimpa imbasnya. Selain tidak lancarnya kegiatan-kegiatan gereja karena suasana peperangan masih tetap berlangsung, gereja menerima akibat yang sangat fatal yakni penghancuran gedung gereja. Gedung gereja dibakar dan dimusnahkan, diratakan dengan tanah. Penghancuran gedung itu diperkirakan karena pada saat itu gereja ditenggarai "dekat" dengan kolonialis Belanda. Secara keorganisasian, Gereja HKKTKH dinyatakan bubar. Hampir seluruh warga jemaat yang kebanyakan orang-orang Thionghoa melarikan diri ke Magelang dan kota-kota besar lainnya. Mereka melarikan diri dengan alasan keamanan, dan takut jika terjadi kerusuhan susulan.
 
Keberadaan Gereja setelah merdeka
Jemaat yang tidak meninggalkan Grabag kebanyakan adalah orang-orang pribumi. Bubarnya organisasi gereja yang terdahulu tidak membuat mereka luntur semangatnya untuk tetap melakukan ibadah dan kegiatan-kegiatan lainnya. Kendala yang ada saat itu tidak karena jumlah warga jemaat yang sedikit tetapi karena tidak adanya gedung yang digunakan untuk beribadah. Berdasarkan kesepakatan yang telah dicapai, akhirnya kebaktian dilaksanakan di rumah Bapak Redjasumitra (ayah Bapak Poespo Wardoyo) di dusun susukan. Walaupun jemaat belum banyak, tetapi mereka tetap optimis bahwa suatu saat nanti jemaat akan tumbuh dengan pesat.
Adapun pelayan-pelayan firman yang melayani jemaat antara lain :
Bp Yoram (GKJ Magelang);
Bp Sarmo (GKJ Magelang)
Bp Harjo Darsana; Bp Yusuf.

Kebaktian yang diadakan di tempat Bp Redjasumitra berlangsung dari tahun 1948 sampai dengan tahun 1956. Tidak banyak yang bisa dikutip dari sini, akan tetapi kita bisa meneladani semangat yang ada pada diri setiap jemaat untuk tetap setia mengikut Tuhan Yesus Kristus. Pada tahun 1956, dengan tanpa alasan yang pasti kebaktian berpindah dari rumah Bp. Redjasumitra ke rumah Ibu Jhon Amster atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Djon atau Ibu Kaliyuk. Perlu diketahui bahwa Ibu Jhon Amster adalah istri seorang Belanda Bp Jhon Amster. Beliau adalah Ibu angkat dari Ibu Titik Soewarno. Pada saat itu orang Kristen di Grabag semakin bertambah banyak, diantaranya keluarga Redjasumitra, kel .Bp Wira (ayah dari Bp Darma Prayitna), Kel. Bp Sunar Danoebrata, Kel. Ibu Jhon Amster, Kel. Sbu Asriningsih (istri Bp Yohanes Sucipto) dan juga keluarga lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Perkembangan Gereja pada tahun 1958-1964
Sesudah jemaat bertambah banyak dan dirasakan semakin kuat, maka pada tahun 1958, pihak gereja HKKTKH (yang nantinya berubah menjadi GKI Pajajaran), menyerahkan sepenuhnya tanah yang dulunya adalah bekas gedung gereja kapada pihak GKJ Magelang. Oleh pihak GKJ Magelang, yang diwakili oleh Pdt. Siswawasana dan Pdt. Natasubali, tanah itu diserahkan kepada jemaat di Grabag yang diwakili oleh Bp Redjasumitra dan Bp Kasri. Tanah hasil hibah dari GKI Pajajaran itulah yang nantinya digunakan untuk gedung gereja sampai saat ini.
Pembangunan gedung gereja dimulai pada tahun 1964. Pada saat itu keadaan keuangan jemaat di Grabag masih jauh dari yang diharapkan. Oleh karena itu, tidak mungkin membangun gedung gereja tanpa bantuan dari pihak-pihak yang peduli dengan keadaan warga jemaat di Grabag. Untuk mengatasi hal itu maka pihak GKJ Magelang memberikan sejumlah dana serta menghibahkan sebuah bekas rumah sosial yang berada di Blondo kepada jemaat di Grabag. Selain dari GKJ Magelang banyak juga donatur yang menyumbangkan sejumlah dana untuk membangun sebuah rumah ibadah. Dengan penuh semangat untuk memiliki gedung gereja sendiri, pembangunan gedung itu akhirnya selesai dan mulai ditempati pada tahun 1969. Sejak tahun itulah, kebaktian berpindah dari rumah Ibu Jhon Amster ke gedung gereja yang sudah selesai di bangun, walaupun pembangunannya belum selesai sempurna, sehingga idam-idaman untuk memiliki tempat ibadah sendiri sudah tercapai berkat adanya iman yang kuat dan rasa percaya diri yang tinggi serta persatuan yang kokoh.
Perkembangan Gereja pada tahun 1964-1980
Status jemaat di Grabag saat itu adalah pepanthan dari GKJ Magelang. Akan tetapi setelah Plengkung didewasakan menjadi GKJ Plengkung pada tanggal 21 Mei 1970, maka pemeliharaan pepanthan Grabag ini diserahkan sepenuhnya kepada GKJ Plengkung. Selain pepanthan Grabag, GKJ Plengkung juga merupakan induk dari pepanthan secang dan kepatran. Sesudah Grabag resmi, menjadi pepanthan maka pada saat itu mulai dibentuk susunan kemajelisan yang baru. Adapun orang-orang yang pernah menduduki jabatan majelis pada tahun 1970 - 1980 antara lain :
1.   Bp. Dullah
2.   Bp. Soewarno W.H
3.   Bp. S. Soenarta
4.   Majelis GKJ Plengkung
Para majelis yang tertulis diatas adalah majelis dari pepanthan Grabag sendiri, sedangkan untuk majelis yang lain, yang juga mengatur dan membina warga jemaat merupakan majelis dari pepanthan Secang dan juga dari GKJ Plengkung.
Untuk lebih memantapkan posisi dan juga pemeliharaan terhadap warga jemaat maka timbulah suatu gagasan untuk mendewasakan diri pada tahun 1990, walaupun keadaan yang belum mendukung. Keinginan dan semangatlah yang membuat warga GKJ Grabag untuk menjadi dewasa, dan pada akhirnya sesudah melalui proses yang panjang pepanthan Grabag didewasakan menjadi GKJ Grabag Merbabu pada tanggal 1 Juli 1995. Adapun susunan panitia pendewasaan waktu itu terdiri dari :
Penasehat:  Bp. Ds. Samana Hs., BD., Bp. Ds. Pranowohadi, B.Th.
Ketua I:  Bp. Drs. S. Adiwiratmoko
Ketua II  : Bp. Sunar Danubroto, BA.
Ketua III  : Bp. Suwarno
Sekretaris II :  Bp. Edison Tampubolon
Sekretaris III  :  Bp. Lilik Supriyanto
Anggota  :  Bp. RB. Aswahono
 Bp. Wahyono
 Bp. S.Sunarto
 Bp. Dasiran
 Bp. Drs. Budisatulistyasto
 Bp. Jumadi
 Bp. Sudijo

Susunan kepanitiaan inilah yang berjuang untuk mendewasakan GKJ Grabag Merbabu, tentu dengan dukungan semangat warga ingin menjadi gereja yang "merdeka".Tanpa berpikir panjang kemajelisan Gereja untuk pertama kalinya di bentuk, dengan susunan (1995 - 1998) sbb:
1. Ketua I :  Pdt. Pranawahadi
2. Ketua II :  Tt. Suwarna Widyohartana
3. Ketua III :  Tt. S. Soenarta
4. Sekretaris I :  Tt. Dasiran Ari Kustono
5. Sekretaris II :  Tt. Prihutama Wandaya
6. Anggota : 1. Dk. Budiharti, 2. Tt. O.P Simanjuntak, 3. Tt. Soetarna Hendra Prayitna, 4. Dk. Lilik Supriyanta, 5. Tt. Sumarna, 6. Dk.Tri Widayati
7.  Kwestor (Bendahara Gereja) : Suwarti Slamet Thee

Susunan kemajelisan diatas adalah untuk pertama kalinya bagi GKJ Grabag, mulai saat itulah kemandirian dari gereja benar-benar diuji. Dengan didewasakannya GKJ Grabag Merbabu, maka segala sesuatu kegiatan yang ada di gereja itu sendiri harus ditanggung sendiri juga oleh warga jemaat majeiis dan juga pendetanya. 


jpg060800 GKJ Secang

Tanggal Pendewasaan: 06 Juli 1995
Alamat: d/a Pdt. Pudjo Kristanto, S.Th.,
Jl. Raya Temanggung No.51,
Secang,
Kab. Magelang - 56195
Telepon: 0293714536 Email: gkjsecang@yahoo.com
Pepanthan: 1 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Pujo Kristanto, S.Th.,M.Min.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
-; -
KK: 55 Warga Dewasa: 132 Warga Anak: 43 Jumlah: 175

 

 

 

 


jpg060900 GKJ Salaman

Tanggal Pendewasaan: 20 Juni 1998
Alamat: Desa Kauman RT.03 RW.XII,
Salaman,
Kab. Magelang - 56162
Telepon: 0293335162 Email: gkjsalaman@gmail.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Widyanowo Moehnelwan, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
-; -
KK: 63 Warga Dewasa: 104 Warga Anak: 32 Jumlah: 136 

 

 

 

 


jpg061000 GKJ Gumuk

Tanggal Pendewasaan: 22 Mei 2001
Alamat: Dsn. Gumuk RT.02 RW.VII,
Ngablak,
Kab. Magelang - 56194
Telepon: 0298318350 Email: susantowiwin@ymail.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 0/0
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Wiwin Susanto, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
-; -
KK: 85 Warga Dewasa: 183 Warga Anak: 87 Jumlah: 270

Profil dan Sejarah

Pada tahun 1921 ada beberapa tukang kayu yang bekerja pada orang Belanda di Kopeng yang bernama Diesel, jika hari Minggu mereka tidak bekerja tetapi diajak berdoa dan dibayar penuh. Tahun 1935 dibangun gereja di tanah milik Pangadi Pantja Pawira di Ngablak, sedangkan untuk kebaktian dipimpin oleh Sisworo (Guru Injil dari Ngadirejo). Tahun 1949 Ngablak dibumihangus-kan oleh Belanda sehingga bangunan gereja ikut hangus. Tahun 1956 Suma Prawira memberikan tanah miliknya untuk dibangun gereja yaitu GKJ Ngablak dan menjadi pepanthan GKJ Bono Pakis. Setelah berjalan 15 tahun gereja tidak muat lagi untuk kebaktian sehingga pada tahun 1971 GKJ Ngablak membangun gedung gereja yang lebih besar di atas tanah milik Suroso dan kebaktian dipindahkan ke gedung yang baru, sedangkan gedung yang lama dipersiapkan untuk pastori. Karena terjadi konflik dalam kemajelisan maka pada tahun 1986 jemaat kelompok merapisari dan kelompok gumuk memisahkan diri dari GKJ Ngablak dan membentuk Pepanthan sendiri yang disebut Pepanthan Gumuk, dengan anggota kurang lebih 285 jemaat. Untuk kebaktian menempati bangunan lama yang semula dipersiapkan untuk pastori. Pada tanggal 22 Mei 2001 GKJ Ngablak Pepanthan Gumuk  mendewasakan diri dengan nama GKJ Gumuk. Sampai saat ini kami belum memiliki Pendeta karena memang kondisi keuangan yang belum memungkinkan untuk memanggil Pendeta. Kami sangat berharap kepada Sinode untuk dapat ikut memikirkan atau mencarikan jalan keluar, sehingga kami bisa memiliki Pendeta sendiri. 


jpg061100 GKJ Kenalan

Tanggal Pendewasaan: 10 Nopember 2001
Alamat: Desa Kenalan, Kec. Pakis,
Kab. Magelang - 56193
Telepon:  Email: gkj_kenalan@ymail.com
Pepanthan: 0 Blok/Wilayah: 0/7
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Sucahyono, S.Th.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
-; -
KK: 146 Warga Dewasa: 309 Warga Anak: 128 Jumlah: 437

 

 

 

 


kirim | cetak | pdf