010000 Klasis Banyumas Selatan

Update: 12 September 2017
Pembiakan dari -, -
Jl. Dr. Wahidin No.36-38, 
RT.05 RW.09, Kel. Sidakaya, 
Kec. Cilacap Selatan, 
Cilacap - 53212
Telepon: 0282533327 Email: -
Gereja Dewasa: 9 Pepanthan: 9 Blok/Wilayah: 40/4
Pendeta L: 4  Pendeta P: 3  Jumlah Pendeta: 7 
Vikaris: 2  Pendeta Emeritus: 1 
KK: 1.091  Warga Dewasa: 2.273  Warga Anak: 970  Jumlah: 3.243 
-


010100 GKJ Adireja-Adipala

"Update: 12/09/2017

Tanggal Pendewasaan: 18 Juli 1920

Alamat: Jl. Gereja No.196, 

RT.02 RW.01, Desa Adipala, 

Kec. Adipala, Kab. Cilacap - 53271

Telepon: 02825264393 Email: -

Pepanthan: 3 Blok/Wilayah: 8/0

-

Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1

Pdt. Sri Setyo Utomo, S.Si.

Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 1

-; Pdt. Em. Yohanes Sukardi

KK: 239 Warga Dewasa: 446 Warga Anak: 270 Jumlah: 716

Profil dan Sejarah

GKJ Adireja-Adipala terletak di Kecamatan Adipala Desa Adipala, dengan alamat Jl. Gereja No. 196 Adipala, Kabupaten Cilacap. GKJ Adireja-Adipala dewasa atau bermandiri tahun 1921 di bawah pelayanan Zending Belanda wilayah karisidenan Banyumas. 

Saat ini Gereja Kristen Jawa Adireja-Adipala beranggotakan 774 (tujuh ratus tujuh puluh ernpat) jiwa, dengan warga Perjamuan Kudus 446 (ernpat ratus ernpat puluh enam) jiwa. 

Wilayah pelayanan Gereja Kristen Jawa Adireja-Adipala meliputi 5 (lima) Kecamatan, dengan 3 (tiga) cabang atau pepanthan, dan 16 (enam belas) kelompok Pemahaman Alkitab. 

Sosial ekonomi jemaat Gereja Kristen Jawa Adireja-Adipala 10%  pegawai negeri sipil dan pensiunan, yang lain swasta, wiraswasta dan petani, buruh dan belum bekerja. 

Sarana Pekabaran Injil (PI) yang ada, Taman Kanak-kanak (TK) 65 peserta didik, Sekolah Dasar (SD) 195 peserta didik, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 390 peserta didik. Sekolah Kristen ini mandiri, artinya sekolah dengan biaya operasional dibiayai oleh orang tua siswa dan pemerintah. 


"010200 GKJ ""Aku Iki Pepadhanging Jagad"" Cilacap

Update: 12/09/2017

Tanggal Pendewasaan: 10/02/1929

Alamat: Jl. Dr. Wahidin No.36-38, 

RT.05 RW.09, Kel. Sidakaya, 

Kec. Cilacap Selatan, Cilacap - 53212

Telepon: 0282533327 Email: gkj_cilacap@yahoo.co.id

Pepanthan: - Blok/Wilayah: 14/0

-

Pendeta L: 1Pendeta P: 1 Jumlah: 2

Pdt. Yosafat Ari Wibowo, S.Si.,M.Min.; Pdt. Chrisma Okta Wulandari, S.Si.

Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0

-; -

KK: 379 Warga Dewasa: 736 Warga Anak: 396 Jumlah: 1132

Profil dan Sejarah

Timbulnya jemaat di Cilacap tidak lepas dari karya Pekabaran Injil jemaat Adireja. Jemaat Adireja sendiri tumbuh atas Pekabaran Injil Ds. BJ Esser yang pada tahun 1913 mengadakan kebaktian di Adireja. Pada tahun 1916 seorang Guru Injil yaitu AR. Misael ditempatkan di Adireja untuk mengabarkan Injil. ada tanggal 18 Juli 1920 Jemaat Adireja didewasakan menjadi GKJ Adireja. Pada tahun 1926 Bp. Ds. AR. Misael meninggalkan Adireja dan pindah ke Cilacap untuk memulai pelayanan di GKJ Cilacap.

Pada tanggal 6 Pebruari 1929 oleh Klasis diijinkan menetapkan jabatan jemaat yaitu jabatan Tua-Tua dan Diaken. Mereka terdiri dari Tua-Tua: Sdr. A. Deux dan Sdr. Yasawikrama, serta Diaken Sdr. Surawidjaja. Mereka diteguhkan pada tanggal 10 Pebruari 1929. pada peneguhan majelis pertama inilah GKJ Cilacap mulai menjadi gereja yang dewasa, sekaligus menjadi tahun berdirinya GKJ Cilacap.

Dengan demikian, sejak berdirinya GKJ Cilacap 10 Pebruari 1929 hingga sekarang GKJ Cilacap telah dilayani oleh 5 orang Pendeta yaitu : DS. AR. Missael (20 Oktober 1931 – 19 Desember 1938), DS. S. Darmosoemarto (3 Agustus 1940 – tahun 1952), DS. Soepardjo Wignjosardjono (18 desember 1957 – tahun 1977), Pdt. Hadisoebroto,STh (7 September 1978 – 16 April 2003) dan Pdt. Yosafat Ari Wibowo, SSi (12 Pebruari 2003 – sekarang).

Warga GKJ Cilacap cukup heterogen, terdiri dari kaum nelayan, buruh, pendidik, pegawai negeri, swasta maupun pengangguran. Mereka juga tidak hanya berasal dari satu wilayah atau satu suku saja (Jawa). Kemajemukan warga GKJ Cilacap tersebut membuat gereja ini memiliki potensi dan kekayaan budaya dalam menunjang kehidupan bergereja."


010300 GKJ Karanggedang

Update: 12/09/2017

Tanggal Pendewasaan: 01/01/1943

Alamat: d/a Pdt. Taswan, 

Jl. Tentara Pelajar I, 

Karanggedang RT.1 RW.1, Sumpiuh,

Banyumas - 53195

Telepon: - Email: -

Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 0/4

Pep. Tambak; Pep. Sumpiuh

Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1

Pdt. Taswan, S.Th.

Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0

-; -

KK: 46 Warga Dewasa: 103 Warga Anak: 29 Jumlah: 132

Profil dan Sejarah

-"


010400 GKJ Bangsa

Update: 12/09/2017

Tanggal Pendewasaan: Tahun 1966

Alamat: Jl. Raya Buntu - Sampang KM.4, 

Sebelah Timur Pasar Bangsa, 

Kebasen, Banyumas - 53172

Telepon: - Email: -

Pepanthan: - Blok/Wilayah: 6/0

-

Pendeta L: 0Pendeta P: 0 Jumlah: 0

-

Vikaris: 1 Pendeta Emeritus: 0

Maranatha Aji Kusuma; -

KK: 54 Warga Dewasa: 134 Warga Anak: 44 Jumlah: 178

Profil dan Sejarah

-"


010500 GKJ Kroya

Update: 12/09/2017
Tanggal Pendewasaan: 19/05/1967
Alamat: Jl. Bhayangkara No.01-03, 
Karangmangu, Kroya, 
Cilacap - 53282
Telepon: 0282494244 Email: mardi_put@yahoo.co.id
Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 1/0
Pep. Gading; Pep. Kedawung
Pendeta L: 1Pendeta P: 0 Jumlah: 1
Pdt. Damar Kinandi Putra, S.Si.
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
-; -
KK: 94 Warga Dewasa: 189 Warga Anak: 63 Jumlah: 252
Profil dan Sejarah
Munculnya Kekristenan di Kroya tidak lepas dari perjuangan seorang Guru Injil bernama T. Purwoatmojo. Pada tahun 1928 beliau diangkat oleh Ds. B.J. Esser menjadi guru Injil di Desa Karangsari. Penginjilan beliau bahkan sampai di Kroya. Karena melalui penginjilan beliaulah muncul orang Kristen pertama kali di Kroya yaitu keluarga mbah Bariyem. Mbah Bariyem berasal dari Karangduwur (Kebumen) yang hijrah ke Kroya. Sekitar tahun 1928 keluarga mbah Bariyem dibaptis oleh Ds. B.J. Esser. 
 
GKJ Kroya tumbuh kira-kira pada tahun 1940, anggota-anggotanya pindahan dari Gereja Kerasulan di Grujugan. Tokoh-tokoh pertama ialah, keluarga Bp. Murmaleksana, Bp. Wanakarja, dan Bp. Ranawangsa. Pada waktu itu dilayani oleh guru Injil Bp. Ramli. 
 
Sekitar tahun 1953 empat keluarga Kristen Kroya (…..) menjadi warga GKJ Bangsa, pada masa pelayanan Pdt. Purwo. Pada periode awal hingga tahun 1957 tenaga-tenaga Pembantu Pendeta yang pernah melayani pepanthan Kroya adalah guru-guru Injil : Bp. Rameli, Bp. T. Purwohatmojo, Bp. Suparto Partohatmodjo, Bp. Hardisiswo, Bp. R.Endrowiloso, dan Bp. Warnasoedana. 
 
Juli 1957 ditahbiskan tenaga Pembantu Pendeta Warnasoedana oleh Ds. Sudarmadi dan Ds. A. Wind. Pada tanggal 1 Juli 1958 tenaga tersebut diberhentikan (sesuai putusan Klasis Adireja tahun 1958) berdasarkan nota Probowinoto. Sejak itulah GKJ Kroya menjadi pepanthan GKJ Bangsa. Untuk tempat ibadah pertama kali berada di sebelah timur SMPN 5 Kroya yang kemudian pindah di rumah Bp. Siswowardoyo. 
 
Di dalam sidang Klasis di Langgen tahun 1962 memutuskan agar pepanthan Kroya didewasakan supaya berdiri sendiri. Akan tetapi belum sampai terlaksananya keputusan itu, GKJ Kroya mengalami kemunduran yang tragis hingga pertengahan tahun 1964. Hampir semua anggotanya bubar, mundur dan sebagian yang masih tinggal menggabungkan diri ke GKJ Bangsa.(1) Pada masa ini terjadi ke-vacuum-an dimana pelayanan sakramen tidak tetap, bahkan selama 3 tahun kosong ( yaitu sejak Paskah 1963-pertengahan tahun 1966). Untuk pelayanan minggu keempat kosong, yaitu bulan Agustus 1964. Puncak kemunduran terjadi pada pertengahan tahun 1964. Tokoh~tokoh gereja waktu itu, seperti Bp. Supardjo pindah ke Jakarta, Bp. Sastromihardjo pindah dinas ke Majenang selama 3 bulan, dan Bp. Chrsitian Sutopo pindah ke Jogja masuk Sekolah Theologia Duta Wacana. 
__________________________________
(1) Menurut pengakuan salah seorang tokoh gereja di tahun 60-an ada kemungkinan kemunduran yang terjadi di GKJ Kroya dikarenakan munculnya rasa tidak suka/percaya kepada Bp. Warnasoedana (guru Injil). 
 
Pada minggu pertama bulan Oktober 1964 dimulailah lembaran baru. Diadakanlah kebaktian yang waktu itu dihadiri 5 orang (termasuk yang melayani). Diantaranya adalah Bp. Sukarsono sekeluarga, Bp. Warnasoedana sekeluarga, dan Bp. Murmaleksana. Sedikit demi sedikit mulai terlihat kemajuan hingga akhir tahun 1965 semua warga lama terhimpun kembali.(2)
___________________________________
(2) Tidak ada catatan/arsip yang diwarisi mengenai data warga waktu itu. 
 
Dalam persidangan klasis di Adireja tahun 1966 memutuskan agar pepanthan Kroya digabungkan dengan GKJ Adireja, pada masa Pdt. Zakaria. Sementara Bp. Warnosoedana diangkat kembali sebagai Pembantu Pendeta melayani GKJ Adireja dengan wilayahnya Kroya, Maos dan Pesawahan. Pada masa inilah pepanthan GKJ Kroya memperoleh bantuan dari GKN dalam bentuk rumah dan tanah (yang sekarang menjadi tempat GKJ Kroya). 
 
Sekitar tahun 1965 ada dua peristiwa yang kemudian menjadikan gereja pepanthan mula-mula berkembang. Peristiwa tesebut adalah peristiwa 1965 (PKI) dan pembubaran KWN (Kawruh Naluri) sekitar tahun 1967. Dengan adanya 2 peristiwa ini, permulaan September 1966 pepanthan Pesawahan mulai bangkit kembali. Dan pada tanggal 2 Oktober 1966 mulai dilayani kebaktian sendiri di rumah Bp. Sanwigena. 
Setelah tahun 1965 seorang pendeta utusan dari Klasis yaitu Bp. Pdt. Suparno banyak berkiprah di GKJ Kroya. Beliau juga banyak membina warga di Kecamatan Binangun (Bangkal, Pesawahan). Sehingga pada awal Februari 1967 PI (Pekabaran Injil) dimulai di desa Bangkal. Untuk pelaksanaan katekisasi dilakukan di rumah Bp. Taswan (Ayamalas) dan kemudian pindah ke rumah Bp. Muljantika. Baptisan pertama di Bangkal terjadi pada tanggal 14 Mei 1967 (11 dewasa dan 12 anak- anak). Baptisan pertama dilayankan atas diri Bp. Tusan Sandjiwa. 
 
Pada tanggal 19 Mei 1967 pepanthan Kroya didewasakan. Disahkan oleh Sidang Sinode XI di Salatiga, artikel 175. Pada saat itu Ketua Majelis dijabat oleh Bp. Rabbas Winarno dan konsulennva adalah Ds. Soedarmadi. Dan pada tanggal 7 Januari 1968 rumah ibadah (gereja) Kroya roboh. 
 
Sementara itu pada tanggal 4 September 1969 dibangunlah gedung gereja di Bangkal. Pada tanggal 24 Desember 1969 gedung gereja itu mulai dipakai. Dimana sebelumnya kebaktian dilakukan di rumah-rumah jemaat. Diantaranya rumah Bp. Muljantika dan Bp. Kasanwitana. 
 
Pertengahan Maret 1969 PI di Pucung mulai dilakukan, untuk katekisasi bertempat di rumah Bp. Hardjosukarto. Baptisan di Pucung dilakukan pada tanggal 29 Juni 1969 (15 dewasa, 12 anak-anak) dilayani oleh Ds. Pratjojo. Baptisan pertama dilayankan atas diri Bp. Hardjosukarto. Pada tanggal 24 November 1969 gedung gereja di Pucung mulai dikerjakan dan selesai tanggal 24 Desember 1969. Mulai dipakai pada hari Natal, 25 Desember 1969. 
 
Pada tanggal 25 diadakan pemilihan calon pamulang GKJ Kroya (di 3 pepanthan, Kroya, Bangkal, Pesawahan) dengan calon tunggal yaitu guru Injil Bp. Warnosoedana. Tetapi pada sidang Klasis di Patirnuan tanggal 21-23 Juli 1969, prosedur pemilihan disalahkan. Kemudian pada tanggal 17 Oktober 1969 prosedur pemilihan dibetulkan. Gereja bersama Deputat Klasis menetapkan/mengesahkan calon pamulang. Penataan gereja di bidang ekonomi lebih didahulukan sebagai persiapan timbalan pamulang. 
 
Pada tanggal 4 Maret 1977 hasil pemilihan pamulang menetapkan Ds.R. Ronowidjojo, B.Th (dari GKJ Ngaringan) sebagai yang terpilih dan tiba di Kroya. Pada tanggal 6 Maret 1977 Ds.R. Ronowidjojo diteguhkan oleh Ds. Tabri Wiryowasita (pendeta GKJ Purwodadi) di Kroya. Kemudian melayani jemaat Kroya, Bangsa dan Karanggedang. Pelayanannya dibantu oleh Sutardjo yang sebelumnya menjadi Pembantu Pendeta di Kroya. 
 
Pada tanggal 14-16 Juni 1982 diadakan sidang Klasis Banyumas Selatan ke-52 di Langgen. Dalam sidang itu diputuskan tentang pelepasan regrouping antara GKJ Kroya, GKJ Bangsa dan GKJ Karanggedang. Dan melalui rapat majelis gabungan (Kroya, Bangsa dan Karanggedang) diputuskan bahwa pelaksanaan pelepasan regrouping dilakukan mulai Agustus 1982. Ds.R.Ronowidjojo hanya melayani di GKJ Kroya. 
 
Tanggal 14 Desember 1984 GKJ Kroya menjadi gereja penghimpun Sidang Klasis Kontrakta dengan putusan sidang : 
 
1.  Ds.R. Ronowidjojo, B.Th. melimpah menjadi Pegawai Negeri tidak benar kalau dimusuhi oleh Majelis (berselisih oleh majelis). 
2.  Ds.R.Ronowidjojo, B.Th dilepas ikatannya dari GKJ Kroya dengan prosedur gerejawi (berdasarkan permohonan beliau sendiri). 
3.  Ds. Suparno menjadi konsulen GKJ Kroya dan Ds. Sukarso menjadi konsulen GKJ Bangsa. 
 
Mulai tanggal 1 Januari 1985 Ds.R.Ronowidjojo. B.Th melepaskan ikatan pelayanannya dengan GKJ Kroya karena menjadi Pegawai Negeri Sipil di Angkatan Laut (AL) Jakarta. 
 
 
 
 
Pada tahun 1985-1988 merupakan masa kevacuman karena mundurnya Ds. Ruslim Ronowidjojo. Untuk selanjutnya GKJ Kroya dikonsuleni oleh Pdt. Suparno yang kemudian diteruskan oleh Pdt. Y. Sukardi (GKJ Adipala). Pada masa inilah GKJ Kroya mulai menata kembali dalam rangka pemanggilan pendeta. Pada masa ini terjadi perubahan status kelompok menjadi pepanthan kelompok. Tepatnya pada tanggal 8 Januari 1985 kelompok Gading lepas dari pepanthan Pucung dan menjadi pepanthan sendiri yang langsung dibina oleh Konsulen Ds. Suparno. Begitu pula dengan pepanthan Kedawung. 
 
Selama kekosongan ini GKJ Kroya telah berusaha memanggil tenaga pendeta selama 3 kali namun mengalami kegagalan.(3) Dan akhimya pada tahun 1989 GKJ Kroya memanggil seorang calon pendeta atas  diri Bp. Sih Widodo, S.Th. Melalui Sidang Klasis Kontrakta ke-62 Klasis Banyumas Selatan pada tanggal 9 November 1989 di GKJ Kroya, dilakukan ujian kependetaan atas diri Bp. Sih Widodo, S.Th. Melalui persidangan itu Bp. Sih Widodo, S.Th dinyatakan lulus.(4) 
 
Pada masa pelayanan Pdt. Sih Widodo terjadi pembiakan di GKJ Kroya. Tepatnya pada tanggal 25 Mei 1994 GKJ Kroya dibiakkan. Salah satu dasar pertimbangannya adalah lingkup pelayanan yang sangat luas dan hanya dilayani oleh 1 orang pendeta saja. Antara lain GKJ Kroya yang meliputi Kroya (Induk), Gading, Kedawung dan Gentasari. Serta GKJ Bangkal yang meliputi Bangkal (Induk), Ayamalas, Pucung, dan Pesawahan. Tahun 1997 gedung gereja diperbaiki dan sampai sekarang masih berdiri. 
 
Pada tanggal 19 Desember 2002 Bp. Pdt Sih Widodo, S.Th. meninggal secara tiba-tiba. Setelah itu GKJ Kroya dilayani oleh pendeta konsulen. Mulai dari Bp. Pdt Y. Setyo Endro Widiarto (GKJ Bangsa) yang mengkonsuleni GKJ Kroya sampai dengan bulan Februari 2004. Melalui sidang Klasis di GKJ Bangsa tanggal 23 Februari 2004 diputuskan bahwa konsulen GKJ Kroya dialihkan kepada Bp. Pdt. Y. Sukardi (Akta Sidang Klasis Banyumas Selatan ke-78; artikel 34). Setelah 4 tahun mengkonsuleni GKJ Kroya pada akhirnya sesuai dengan keputusan Sidang Klasis di GKJ Bangkal artikel 38, tongkat estafet konsulen diserahkan kepada Pdt. Taswan (GKJ Karanggedang). Dan pada tanggal 15 Oktober 2009 saudara Vicaris Damar Kinandi Putra, S.Si. ditahbiskan di GKJ Kroya, melayani jemaat GKJ Kroya dan Pepanthan Gading, Pepanthan Kedawung dan Gentasari. 
"

010600 GKJ Bangkal

Update: 12/09/2017

Tanggal Pendewasaan: 25/05/1994

Alamat: Jl. Samsudin No.26, 

Desa Bangkal RT.01 RW.01,  

Kec. Binangun, Kab. Cilacap - 53281

Telepon: +6281327275798 Email: gkj_bangkal@yahoo.com

Pepanthan: 2 Blok/Wilayah: 5/0

Pep. Ayam Alas; Pep. Pucung Kidul

Pendeta L: 0Pendeta P: 1 Jumlah: 1

Pdt. Sapti Yuli Narti, S.Th.

Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0

; -

KK: 120 Warga Dewasa: 260 Warga Anak: 54 Jumlah: 314

Profil dan Sejarah

GKJ Bangkal didewasakan pada tanggal 25 Mei 1994 oleh GKJ Kroya.

GKJ Bangkal terdiri dari GKJ Bangkal (Induk) dan Pepanthan terdiri dari Pepanthan Pucung Kidul, Ayamalas dan Pesawahan.

Pada tanggal 28 Februari 2014 Pepanthan Pesawahan didewasakan menjadi GKJ Sih Rahmat Pesawahan sehingga GKJ Bangkal sekarang terdiri dari GKJ Bangkal sebagai Induk dan Pucung Kidul dan Ayamalas sebagai Pepanthan."


010700 GKJ Cilacap Utara

Update: 03/10/2017
Tanggal Pendewasaan: 09/04/1997
Alamat: Jl. Dr. Cipto No.52, 
RT.01 RW.16, Gumilir, 
Cilacap Utara, Cilacap - 53231
Telepon: 0282541930 Email: gkjcilacaputara@yahoo.com
Pepanthan: - Blok/Wilayah: 3/0
-
Pendeta L: 0Pendeta P: 1 Jumlah: 1
Pdt. Eni Wahyuningsih, S.Si
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
; -
KK: 69 Warga Dewasa: 153 Warga Anak: 61 Jumlah: 214
Profil dan Sejarah
GKJ Cilacap Utara adalah gereja yang semula 2 pepanthan dari GKJ Cilacap (pepanthan Gumilir dan Jeruklegi); sampai sekarang mempunyai dua gedung gereja (di Gumilir dan di Jeruklegi). Perjalanan dua pepanthan GKJ Cilacap yang menjadi satu GKJ Cilacap Utara ini mempunyai kekhasannya masing-masing. 
Untuk warga yang berkebaktian di Gedung gereja Jeruklegi, sudah ada sejak perang kemerdekaan (1948) dan menjadi bagian dari GKJ Kawunganten dan baru kemudian diserahkan ke GKJ Cilacap tahun 1960-an. 
Untuk warga yang berkebaktian di gedung gereja Gumilir, mulai berhimpun dan berkebaktian sendiri sebagai bagian dari pepanthan GKJ Cilacap (tahun 1980-an). Sejak tahun 1996, dua pepanthan ini mempersiapkan diri untuk mandiri menjadi Gereja Dewasa, yang akhirnya didewasakan pada tanggal 9 April 1999. 
Pelayan yang pernah melayani sama dengan GKJ Cilacap sampai saat pendewasaannya. Sedangkan setelah dewasa: Konsulen Pdt. P. Hadisoebroto, S.Th., Pdt. Y. Sukardi, Pdt. Handono PW, S.Si, dan Pdt. Semuel Adhi Nugroho, S.Si (yang ditahbiskan pada 14 Desember 2002 dan melayani sampai sekarang).
"

010800 GKJ "Sih Rahmat" Pesawahan

Update: 12/09/2017
Tanggal Pendewasaan: 28/02/2014
Alamat: Jl. Citrawijaya, 
RT.09 RW.05, Pesawahan, 
Binangun, Cilacap
Telepon: - Email: -
Pepanthan: - Blok/Wilayah: 0/0
-
Pendeta L: 0Pendeta P: 0 Jumlah: 0
-
Vikaris: 1 Pendeta Emeritus: 0
Nath Pramesa; -
KK: 0 Warga Dewasa: 126 Warga Anak: 10 Jumlah: 136
Profil dan Sejarah
-"
 
 
 
 

010900 GKJ Jeruklegi "Margi Rahayu"

Update: 12/09/2017
Tanggal Pendewasaan: 11/04/2014
Alamat: Jl. Raya Jeruklegi, 
RT.07 RW.1, Desa Jeruklegi Wetan, 
Kec. Jeruklegi, 
Kab. Cilacap - 53252
Telepon: - Email: margirahayu14@gmail.com
Pepanthan: - Blok/Wilayah: 3/0
-
Pendeta L: 0Pendeta P: 0 Jumlah: 0
-
Vikaris: 0 Pendeta Emeritus: 0
-; -
KK: 90 Warga Dewasa: 126 Warga Anak: 43 Jumlah: 169
Profil dan Sejarah
-"
 
 

kirim | cetak | pdf