PENTINGNYA AKTA KELAHIRAN ANAK

Anak adalah amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, dimana dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Kelahiran seorang anak ditengah-tengah keluarga, tentunya akan memberikan kebahagiaan tersendiri bagi keluarga tersebut. Kehadiran anak sebagai anggota baru dalam keluarga akan menjadi tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak tersebut agar anak tersebut menjadi anak yang berguna bagi dirinya sendiri maupun  bagi nusa dan bangsa. Satu hal yang penting bagi orang tua setelah kelahiran anaknya adalah membuat akta kelahiran bagi anaknya.

Dari hasil laporan organisasi yang memfokuskan pada anak menyebutkan hanya 35 % anak Indonesia yang memiliki akta kelahiran. Artinya 65 %  anak Indonesia belum tercatat identitas dirinya, yang dengan kata lain anak-anak tersebut tidak memiliki status kewarganegaraan, tidak punya posisi hukum dan tidak punya hak dasar. Anak yang tidak mempunyai akta kelahiran akan dihadapkan pada sejumlah resiko. Anak yang tidak tercatat identitasnya atau tidak mempunyai akta kelahiran sangat mungkin dapat dipalsukan identitasnya untuk berbagai kepentingan.

Dari hal tersebut, maka dapat diartikan bahwa begitu penting akan akta kelahiran bagi manusia, antara lain; sebagai identitas diri, administrasi kependudukan, Kartu Tanda Penduduk, Kartu Kelurga, untuk keperluan sekolahan, untuk pendaftaran pernikahan, mendaftar pekerjaan, persyaratan pembuatan paspor, untuk mengurus hak ahli waris, mengurus asuransi, mengurus hak dana pensiun, mengurus tunjangan keluarga, untuk melaksanakan ibadah haji, dan sebagainya. Dari sini dapat kita lihat begitu banyak manfaat dari akta kelahiran tersebut. Oleh karena itu banyak sekali masyarakat yang ingin membuat akta kelahiran walaupun usianya sudah tua.

Dalam pembuatan akta kelahiran pasti selalu ada syarat-syaratnya antara lain:

  1. FC Akta nikah (kalau diluar kota maka harus ada ligaliser di Pengadilan Negeri , bagi orang tua yang sudah bercerai bisa menggunakan akta cerai dan bagi anak yang dilahirkan diluar nikah maka nama ibu yang hanya dicantumkan saja)
  2. FC Kartu Keluarga (tentunya Kartu Keluarga sendiri tidak ikut ke orang tua)
  3. FC KTP (suami -Istri)
  4. FC surat keterangan lahir (dan jangan lupa yang asli harus dibawa)
  5. FC Akta Kelahiran Ibu (bila anak diluar nikah)
  6. SKTT orang  tua bayi (bagi orang asing status tinggal terbatas)
  7. Dokumen imigrasi orang tua bayi (bagi orang asing pemegang izin singgah atau visa kunjungan)
  8. Untuk anak yang tidak diketahui asal usulnya (harus dilengkapi surat keterangan dari kepolisian dan dokter untuk menjelaskan perkiraan usia anak)
  9. Bila anak yang akan dibuatkan anak yang ke 3 dan belum tercantum dalam KK, maka orang tua bayi harus membuat surat pernyataan diatas meterai, tentang belum tercantumnya anak tersebut
  10. Dan bila sudah terlambat maka harus juga disertakan surat keputusan dari Pengadilan Negeri setempat yang isinya permohonan pembuatan akta kelahiran.

Dan bila semua syarat tersebut lengkap, maka tinggal orang tua bayi dengan membawa syarat tersebut ke RT untuk meminta blangko pengantar dan kemudian diisi kemudian dicapkan ke RW dan Kelurahan. Di kelurahan maka petugas kelurahan akan mengisikan form pembuatan akta, kemudian dengan form tersebut dibawa ke Kecamatan untuk dicapkan. Dari semuanya itu fom pembuatan akta dan syarat-syarat tersebut dibawa ke Kantor Catatan Sipil, disana tinggal menunggu antrian untuk pemanggilan, kemudian akan dinyatakan selesai, apabila lolos dari pengecekan petugas, pada saat itu juga akan diberikan nomor akta dan pengambilannya, maka dengan hanya menunggu 10 hari maka akta kelahiran sudah jadi.

Sebenarnya dalam pembuatan akta kelahiran itu mudah, murah (apabila tidak terlamba ) dan cepat, tetapi, banyak sekali orang tua yang tidak memperhatikan tentang pentingnya akta kelahiran, dan setelah anak membutuhkan akta seperti pada saat-saat ini dimana masa pendaftaran sekolah, maka baru orang tua berbondong-bondong mencari akta kelahiran seperti yang terlihat di Kantor Catatan Sipil banyak sekali orang yang mengajukan permohonan akta kelahiran dengan alasan untuk sekolah dan ada juga orang tua yang usianya sudah tidak muda lagi mengajukan permohonan pembuatan akta dengan alasan untuk ibadah haji.

Beberapa penelitian dapat dilihat bahwa hambatan implitasi akta kelahiran adalah masih rendahnya pemahaman orang tua dan keluarga mengenai nilai guna dari akta kelahiran serta kewajiban pelaporan kelahiran, sehingga pendaftaran kelahiran baru dilakukan ketika anak usia sekolah dan juga kurangnya kepemilikan persyaratan untuk pelaporan kelahiran (tidak ada bukti kelahiran, tidak mempunyai buku nikah dan sebagainya) serta masih rendahnya komitmen kepala daerah, para pembuat kebijakan public dan petugas pencatatan sipil dalam mengimplementasikan proses akta kelahiran bebas biaya, tetapi disebagian daerah masih menjadikan akta kelahitan sebagai sumber pendapatan daerah. Disini masih ada kesan bahwa pembuatan akta kelahiran itu mahal, pesedur birokasi yang berbelit-belit, jarak tempuh dari desa ke Kecamatan/Kabupaten/Kotamadya terlalu jauh sehingga proses pengurusan akta kelahiran banyak yang diserahkan pada pihak ke tiga, hal inilah yang menjadikan akta kelahiran mahal. Apabila masyarakat langsung membuatkan akta kelahiran bagi bayi yang baru lahir dan diurus sendiri maka biayanya disamping murah juga prosesnya akan lebih cepat, karena akta kelahiran akan sangat dibutuhkan oleh anak tersebut.

(Oleh : Ellys Sudarwati.SH, YLPHS)

 


Share this :

Berita "Wacana Umum" Lainnya