YLPHS: PELECEHAN DI TEMPAT KERJA

Pelecehan Seksual Di tempat Kerja adalah Kejahatan

 

(Oleh : Ellys Sudarwati, SH . YLPHS)

 

Di Indonesia kasus-kasus yang menyangkut pelecehan sexsual sudah sangat menjamur, baik di perusahaan maupun di rumah tangga, dan yang dilaporkan ke pihak berwajib atau diekspose oleh media massa masih sangat sedikit, namun hal ini tidaklah berarti bahwa pelecehan sexsual yang dialami pekerja atau pegawai perusahan di Indonesia lebih sedikit dibandingkan dengan Negara lain. Permasalahnnya adalah bahwa para pekerja kita masih enggan untuk meloporkan dikarenakan berbagai alasan, termasuk adanya mitos yang mengatakan bahwa pelecehan sexsual di tempat kerja merupakan hal yang biasa terjadi di kantor dan tidak perlu di besar-besarkan.

 

1.     Apakah Pelecehan Seksual Itu?

Secara umum yang dimaksud pelecehan sexsual adalah setiap bentuk yang memiliki muatan sexsual yang dilakukan seseorang atau sejumlah orang, namun tidak disukai dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran sehingga menimbulkan akibat negative, seperti tersinggung, terhina, marah, kehilangan harga diri, kehilangan kesuciannya dan sebagainya,

Dari definisi diatas dapat diartikan sebagai segala macam bentuk perilaku yang berkonotasi sexsual yang dilakukan secara sepihak dan tidak diharapkan oleh orang yang menjadi sasaran,  dan penolakan atau penerimaaan korban menjadi bahan pertimbangan dalam menyangkut karir atau pekerjaan, mengganggu ketenangan kerja, menciptakan lingkungan kerja yang tidak aman dan tidak nyaman bagi korban. Pelecehan sexsual ditempat kerja juga termasuk juga melakuan diskriminasi gender dalam hal promosi, gaji dan tugas.

Termasuk dalam hal ini gangguan yang tidak dikehendaki dalam hubungan kekuasaan yang tidak seimbang seperti hubungan antara atasan bawahan di tempat kerja.

Bentuk-bentuk pelecehan seksual antara lain berupa siulan, kata-kata , komentar, bisikan atau gambar, memegang , menyentuh, meraba, mencium bagian-bagian tubuh tertentu, yang keseluruhannya mengarah pada keinginan untuk melakukan hubungan seksual.

2.     Mengapa Pelecehan Seksual Terjadi?

Pelecehan seksual bisa terjadi pada laki-laki, namun pada umumnya menimpa kaum perempuan. Hal ini terjadi karena adanya ketimpangan hubungan antara laki-laki dan perempuan yang mengakibatkan adanya dominasi dan diskriminasi terhadap perempuan dan merupakan hambatan terhadap kemajuan mereka. Sebagai salah satu bentuk kekerasan pelecehan seksual juga merupakan mekanisme sosial yang menempatkan perempuan pada posisi yang lemah dihadapan laki-laki.

3.     Dimana dan Kapan Terjadi Pelecehan Seksual ?

Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja dan kapan saja dan terhadap siapa saja. Di bis kota, Halte, Terminal, pasar, tempat keramaian dan tempat hiburan lainnya atau di tempat yang sepi dirumah sakit, di tempat kerja hingga di tempat pendidikan.

Pelecehan seksual bisa terjadi pada buruh, pembantu rumah tangga, perawat, dokter, guru, dosen, pasien, dan semua orang tanpa memandang umur, kelas, suku bangsa, dan ciri-ciri sosial lainnya.

4.     Dapatkah Pelaku Pelecehan Seksual Di hukum?

Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) pelecehan seksual digolongkan sebagai kejahatan terhadap kesusilaan. Khusus pelecehan seksual di tempat kerja dapat dikenakan pasal 294 KUHP, pada pokoknya pasal ini melarang perbuatan cabul antara orang-orang yang berada dalam hubungan yang tidak seimbang, dimana pihak yang dilecehkan mempunyai hubungan ketergantungan dengan pelaku. Termasuk dalam perbuatan cabul adalah meraba, mencium, memeluk, menyentuh, mencolek dsb.

Pasal ini menghukum majikan yang melecehkan pembantunya yang masih dibawah umur, pejabat dengan bawahannya atau dengan orang yang dipercayakan kepadanya untuk dijaga, pengurus, dokter, guru, pegawai, pengawas atau pesuruh dalam penjara, tempat pendidikan, rumah piatu, rumah sakit, rumah sakit jiwa atau lembaga sosial, melakukan perbuatan cabul dengan orang yang ada di dalamnya.

5.     Pelecehan Seksual Sebagai Bentuk Kekerasan

Dalam \\\"Deklarasi PBB tentang Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan tahun 1993\\\" dinyatakan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah setiap perbuatan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan secara fisik, sexsual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang, baik yang terjadi didepan umum atau dalam kehidupan pribadi.

6.     Jika Anda Mengalami Pelecehan Seksual ?.

Lakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Catat kejadiannya dengan teliti, mencakup identitas pelaku, lokasi, waktu, tempat, saksi dan perilaku/ ucapan pelaku. Aksi disini bisa berarti orang yang melihat/mendengar kejadian atau orang yang telah anda beritahu tentang adanya pelecehan seksual tersebut.
  2. Bicaralah kepada orang-orang yang anda percayai tentang apa yang terjadi serta bagaimana perasaan-perasaan anda. Bila ada orang lain ditempat kejadian, ungkapkan pikiran anda tentang kejadian tersebut.
  3. Berikan Pelajaran si pelaku dengan mengatakan (lewat ucapan atau lewat isyarat tubuh) bahwa perbuatan itu tidak dapat anda terima.
  4. Laporkan Pelecehan seksual itu segera setelah kejadian kepada Polisi dan SPSI di tempat kerja anda, Lembaga Bantuan Hukum setempat, Organisasi Perempuan atau lembaga lainnya. Tuntut si Pelaku di muka hukum dan upayakan sangsi sosial kepadanya.
  5. Carilah Dukungan kepada orang/ kelompok masyarakat yang peduli terhadap persoalan pelecehan seksual.
  6. Jauhilah orang yang pernah melecehkan anda karena pada umumnya mereka cenderung mengulangi perbuatannya.

 


Share this :

Berita "Wacana Umum" Lainnya