MEMORIAL SERVICE Pdt. Drs. SUKARDI CITRODAHONO

Hari Jumat, 15 Juli 2011 di Gedung Agung Sinode GKJ, diadakan memorial service bagi almarhum Pdt. Sukardi Citrodahono, yang telah dipanggil Tuhan pada tanggal 7 Juli 2011 yang lalu.

Acara dihadiri segenap Bapelsin XXV GKJ, Bawasin XXV GKJ, dan beberapa pimpinan Sinode GKJ terdahulu, anggota keluarga pdt. Drs. Sukardi Citrodahono, Majelis GKJ Pekalongan, Bapelklas Pekalongan, Bapelklas Salatiga Bagian Utara dan Selatan, Bapelklas Purwodadi, Solo dan Semarang Selatan, Pendeta dan Pendeta Emiritus di Klasis Salatiga Bagian Utara dan Selatan, utusan lembaga dan Yayasan Di Sinode GKJ, serta karyawan Kantor Sinode GKJ dimana beliau sebelumnya bekerja.

Acara dimulai pukul 15.00 WIB, diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. TM. Eben Haezer Lalenoh, S.Th, MA dan pengkhotbah Pdt. Em. Kadarmanto Hardjowasito, Th.M. Dengan diselingi koor dari GKJ Salatiga dan GKJ Sidomukti. Diakhiri penyerahan kenang-kenangan dari Sinode GKJ kepada keluarga alrmarhum.

 

In memoriam Pdt. Drs. Sukardi Citrodahono

Purworejo, 9 September 1954 - Solo, 7 Juli 2011.

Pdt. Drs. Sukardi Citrodahono lahir di Purworejo, 9 September 1954. Dari latar belakang keluarga Muslim beliau mulai ke gereja 16  Januari 1971. "Ketertarikan awal karena gaya hidup orang Kristen yang guyub dan rukun".

Menikah dengan Ibu Endar Kosasih, Sm.Th., dan dikaruniai 3 orang putra: Firdaus Buyung Yustianto, SE., Firdaus Andi Wibowo, ST., Firdaus Aji Binawan, S.Psi, serta 2 orang cucu.

Senantiasa tampil dengan ramah, tenang, kalem, simpatik dan kebapakan. Sikap kebapakan dirasakan bukan hanya di jemaat, juga di kalangan para pendeta. Ketegasan dan kecerdasan menganalisa masalah yang ada sangat menonjol dalam menyelesaikan konflik dan permasalahan rumit di lingkungan gereja-gereja GKJ.

Pengalaman hidup yang menempa Pdt. Sukardi Citrodahono, menjadi bekal luar biasa dalam mengemban tugas pelayanan, baik sebagai pendeta, pengurus berbagai organisasi maupun sebagai kepala keluarga. Pengalaman itu tercatat setelah menyelesaikan studi sarjana mudanya di Universitas Kristen Satya Wacana, Pdt. Drs. Sukardi Citrodahono diangkat menjadi Guru Pendidikan Agama Kristen di SMP dan SMA BPK Jabar Penabur di Tasikmalaya pada tanggal 2 Januari 1977 sampai 28 Desember 1982. Bahkan tidak hanya menjadi guru, beliau juga terpilih menjadi koordinator Guru-guru PAK se Priangan Timur tanggal 10 Juli 1979 sampai 28 Desember 1982, dan diangkat menjadi Kepala SMP BPK Jabar Penabur di Tasikmalaya sampai 28 Desember 1982.

Usai menyelesaikan studi sarjana muda teologi di Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga, beliau menjadi guru pendidikan agama Kristen di SMP dan SMA BPK Penabur di Tasikmalaya, dari 2 Januari 1977, bahkan menjadi koordinator guru-guru PAK se Priangan Timur dari 10 Juli 1979, dan menjadi Kepala Sekolah SMP BPK Penabur, dan semua itu ditinggalkan saat dipanggil oleh GKJ Kutoarjo untuk menggantikan Pdt. Yoram yang hendak emiritus pada tanggal 28 Desember 1982.

Panggilan pelayanan pendeta di GKJ Kutoarjo dijalani sejak penahbisan tanggal 5 Januari 1983, sampai alih tugas pelayanan di GKJ Pekalongan dengan peneguhan tanggal 12 Juli 1994. Selama kurun waktu itu, Pdt. Drs. Sukardi Citrodahono diutus untuk ikut serta mengemban tugas-tugas sebagai anggota Deputat Sinode Wilayah dari tahun 1984, anggota Deputat Sinode GKJ sejak tahun 1991, dan dalam Sidang Sinode XXIV GKJ  dipanggil mengemban amanat selaku Ketua Umum Badan Pelaksana Sinode XXV GKJ.

Sebagai sosok yang senantiasa bekerja keras dan sehari-hari selalu serius dalam berkarya, sama sekali tak ada yang menyangka bahwa saat  rombongan karyawan Sinode GKJ berangkat berwisata dan sampai di Nganjuk Pdt. Sukardi mengeluh sakit dan sesak di dada adalah serangan jantung. Meninggalkan Istri, anak-anak dan majelis GKJ Pekalongan yang berjaga, Pdt. Sukardi Citrodahono berpulang dalam damai di RS Panti Waluyo Solo, Kamis 7 Juli 2011, pk. 23.30 WIB. "Sugeng kondur Pak, wonten ing kalanggengan sih rahmatipun Gusti!"



Share this :

Berita "In Memoriam" Lainnya