DAMPAK BURUK BODY SHAMING PADA MANUSIA

DAMPAK BURUK BODY SHAMING PADA MANUSIA

( oleh : Elys Sudarwati, SH, YLPHS )

Sudah bukan rahasia lagi jika seseorang begitu memperhatikan bentuk tubuhnya hingga melahirkan body image yang positif atau malah negatif. Menurut kamus psikologis ( Choplin 20015 ) citra tubuh atau biasa disebut body image adalah ide seseorang mengenai penampilannya di hadapan orang lain. Body image ini tentu sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan diri masing-masing orang. Sedangkan body shaming adalah bentuk dari tindakan mengomentari fisik, penampilan atau citra diri dari seseorang. Tindakan body shaming tanpa kita sadari sering kita lakukan,  ironisnya beberapa dari kita mengangap itu hanyalah sebuah candaan saja.

Survei Body Peace Resolution yang di gelar Yahoo ! Health juga menunjukkan bahwa wanita lebih banyak mendapat perlakuan body shaming di bandingkan pria. Survei terhadap 2,000 orang berusia 13-64 tahun menemukan bahwa 94% remaja perempuan pernah mengalami body Shaming, sementara remaja laki-laki hanya 64 %. Ironisnya pelakunya biasanya para wanita dan lebih menyedihkan lagi, body shaming justru lebih sering dilakukan oleh orang-orang terdekat, entah itu keluarga, kerabat, teman ataupun rekan sekantor.

Bagi sebagian orang mengomentari bentuk tubuh mungkin hal yang biasa dan sepele, misalnya " kok kamu gendutan ? Diet dong !. " sudah lama ngak ketemu jadi kurusan .... kayak papan "  dan sebagainya. Akibatnya banyak orang yang tidak tahu bahwa body shaming bisa berpengaruh pada kehidupan korban dan berakibat mereka merasa buruk bahkan jijik dengan tubuh sendiri sepanjang hidupnya. Akibatnya adalah timbulnya gangguan pada pola makan yang berbahaya seperti anareksia dan bulimia. Body shaming juga bisa memicu orang menjalani diet dan olah raga ekstrim di luar batas kemampuan mereka. Bukan Cuma saya dan anda saja yang mengalami body shaming dan risi dengan komentar-komentar itu. Body shaming secara sederhana adalah komentar negatif yang dilontarkan terhadap bentuk tubuh seseorang. Gendut.....kurus.....semuanya tidak lepas dari sigma-sigma tertentu yang melekat di masyarakat.

Dalam kasus body shaming , pelaku akan di kenakan ancaman pidana dalam Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3, Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah di ubah dalam Undang-Undang No 19 tahun 2016, yaitu

Pasal 27 ayat (3)

" Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau / mentranmisikan dan / atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan / atau dokumen elektronik yang dimilki muatan penghinaan dan / atau pencemaran nama baik "

Pasal 45 ayat ( 3 )

" Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak  mendistribusikan dan / atau mentransmisikan dan / atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan / atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan / atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat ( 3) di pidana dengan pidana penjara paling lama 4 ( empat ) tahun dan / atau denda paling banyak Rp. 750.000.000 ( Tujuh ratus lima puluh juta rupiah ) . "

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa di dalam masyarakat Body Shaming dianggap wajar dan dianggap sekedar guyonan. Jika ada yang menangis dan sakit hati karenanya, semudah itu orang akan berkata " baperan ih " lontaran kata kepada korban. Bukan tentang "pikniknya kurang jauh dan pulangnya kurang malam" , tapi menurut saya, seseorang layak menentukan sikap dan reaksi saat orang lain mempermalukan bentuk tubuhnya. Karena tubuh adalah pemberian dan ciptaan Tuhan. Tuhan menciptakan manusia dengan keunikan masing-masing, kalau kita menghina ciptaan Tuhan maka artinya kita tidak mensyukurin berkat dan nikmat yang telah Tuhan berikan. Pilihan yang lain adalah menjadi sehat secara jasmani dan rohani sesuai dengan keinginan kita sendiri atau menjadi cantik seperti barbie yang dibentuk orang lain. Bila saat ini anda masih mengkritik dan mengomentari kejelekan orang lain baik dimedia sosial atau secara langsung, mulai sekarang hentikan. Saatnya anda belajar menghargai orang lain dan tidak menghina fisik seseorang apapun alasannya demi kebaikan anda. Pada dasarnya tidak ada satupun orang yang ingin diberikan komentar jelek hingga menyinggung fisik. Sebab itu akan menyinggung perasaan orang lain, sehingga bisa menimbulkan sakit hati yang bisa merubah menjadi dendam. Mengomentari kekurangan fisik dari orang lain bisa dikategorikan dengan  bulling, meskipun anda tidak melakukan kontak fisik secara langsung, namun apa yang anda lakukan sudah termasuk bulling secara verbal, bahkan lebih kejam  karena sangat bisa mempengaruhi pembentukan karekter seseorang. Stop Body Shaming kepada siapapun, Tuhan menciptakan manusia dengan beragam bentuk fisik dan rupa, syukurin apa yang telah Tuhan ciptakan. Amin.


Share this :

Berita "Berita Lembaga" Lainnya