Surat Penggembalaan Bapelsin XXVII

PERSAUDARAAN SEBAGAI DASAR HIDUP BERSAMA

Surat Penggembalaan Bapelsin XXVII GKJ Dalam Rangka
HUT ke-87 Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Raja Gereja, atas karya penyelamatan yang telah dikerjakan-Nya bagi dan melalui kita semua selaku kealuarga besar Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ). Atas nama Badan Pelaksana Sinode (Bapelsin) dan Badan Pengawas Sinode (Bawasin) XXVII GKJ, kami mengucapkan terimakasih, sekaligus selamat atas kebersamaan kita semua selama 87 tahun ber-sinode, terhitung sejak Sidang Sinode pertama pada 17 Februari 1931 di Kebumen.

Di usianya yang ke-87 ini, Sinode GKJ mencatat jumlah gereja dewasa sebanyak 332, dengan tempat ibadah termasuk pepanthan kurang lebih 527 tempat yang tersebar di enam provinsi di pulau Jawa. Sedangkan jumlah pendeta aktif sebanyak 360, dan pendeta emeritus 98, sehingga total pelayan yang berjabatan pendeta di lingkungan Sinode GKJ menjadi 458 orang; jumlah SDM pendeta yang cukup besar untuk sebuah sinode dengan 332 gereja dewasa. Berdasarkan catatan tersebut secara umum dapat dikatakan bahwa dalam segala keterbatasannya, GKJ baik yang ada di desa maupun di kota, terus tumbuh dan berkembang. Terlebih upaya pemenuhan tenaga pendeta yang selama ini diusahakan dengan sungguh-sungguh oleh gereja-gereja, kini sudah tampak hasilnya. Itu semua dapat terlaksana, semata karena berkat penyertaan Tuhan.

"Persaudaraan sebagai dasar hidup bersama"
Mengacu kepada tema umum Sinode GKJ "Hidup bersama dalam Keluarga Allah", konsep "hidup bersama" bukanlah sesuatu yang sudah ada begitu saja (given), tetapi itu harus diperjuangkan dan dikembangkan dengan sekuat tenaga. Karena tanpa semangat hidup bersama, sangat mungkin, harapan hidup sebagai "keluarga Allah" juga tidak akan pernah bisa diwujudkan.
Salah satu hal yang perlu terus diperkembangkan dalam konteks GKJ adalah persaudaraan. Gagasan ini sudah dimuat dalam Nilai-nilai Dasar GKJ (lih. Rencana Operasional Sinode GKJ 2016-2024), yang dijelaskan demikian: "Sebuah persekutuan bisa muncul kalau didasarkan pada persaudaraan. Persaudaraan yang mestinya dikembangkan oleh gereja-gereja dalam lingkup Sinode GKJ mengarah kepada dua hal sekaligus, yaitu: ke dalam dan ke luar. Persaudaraan ke dalam adalah persaudaraan di antara umat beriman yang didasarkan pada penghayatan keselamatan di dalam Kristus. Sementara itu persaudaraan ke luar adalah persaudaraan yang didasarkan pada kesamaan hakikat sebagai ciptaan Tuhan." Melalui penerapan nilai-nilai inilah, kehidupan bersama sebagai keluarga Allah-dikaitkan dengan ekumenisme inklusif-akan mewujud dalam kehidupan berkeluarga, bergereja, bermasyarakat, dan berbangsa.

Salah satu upaya penerapan persaudaraan sebagai dasar hidup bersama tersebut, pada tahun ini akan diwujudkan dalam GKJ Expo yang akan diselenggarakan tanggal 18-19 Mei 2018 di D' Emmerick Salib Putih Hotel Salatiga. Kegiatan tersebut sebenarnya adalah bagian dari pengembangan ekonomi jemaat dan masyarakat (PEJM). Agar rencana tersebut dapat terselenggara dengan baik, maka diharapkan gereja-gereja mendukung dan mengutus para anggota jemaatnya untuk berpartisipasi.

Pengalaman juga telah mengajarkan kepada kita bahwa mempertahankan dan meningkatkan persaudaraan akan menambah kehangatan persekutuan menjadi hal yang sangat penting. Untuk itu sangat diharapkan masing-masing GKJ mengupayakan dan mengembangkan bentuk-bentuk persaudaraan yang saling membangun sebagaimana Matius 22:37-40 "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."


Tahun politik
Tahun 2018 menjadi "tahun politik" di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan secara nasional. Dalam beberapa bulan mendatang akan berlangsung pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan bahkan proses pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) juga akan dimulai. Kita semua berharap pada waktunya Pilkada, Pilpres dan Pileg akan berlangsung baik dan aman, serta menghasilkan pemimpin-pemimpin yang juga baik dan mau mengabdi kepada kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

Pesta demokrasi tersebut patut kita syukuri dan rayakan bersama sebagai bagian dari persaudaraan anak bangsa. Untuk itu diharapkan segenap warga GKJ-yang sudah memiliki hak untuk memilih dan dipilih-dapat terlibat secara aktif, bijaksana, cerdas dan bertanggung jawab baik dalam Pilkada, Pilpres dan Pileg, termasuk dalam hal menggunakan media gereja dan sosial.

Pada saat ini kita bersama memiliki tanggung jawab untuk mengelola perbedaan dan merajut perdamaian demi menghadirkan kehidupan yang damai dan sejahtera. "Usahakanlah kesejahteraan kota ... dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (lih. Yer. 29:7).

Akhirnya, kepada segenap keluarga besar Sinode GKJ, sekali lagi kami ucapkan terimakasih dan selamat atas kebersamaan dan persaudaraan kita dalam ber-sinode selama 87 tahun. Semoga Tuhan Yesus Kristus, Raja Gereja, dimuliakan dan berkat-Nya senantiasa menyertai pelayanan kita bersama untuk terus berkarya di tengah kehidupan sebagai anak bangsa.


Salatiga, 17 Februari 2018
Bapelsin XXVII GKJ

 

 

Pdt. Simon Julianto                                Pdt. Aris Widaryanto

 

Ketua Umum                                         Sekretaris Umum





sumber gambar : http://www.nu.or.id/o-client/nu_or_id/pictures/post/big/146742486557772061d8ee6.jpg

Share this :

Berita "Berita Sinode" Lainnya