SEMINAR DAN LOKAKARYA PERIBADAHAN SINODE GKJ

Bapelsin melalui Komisi Ajaran, Tata Gereja-Tatalaksana dan Liturgi menjadi tuan rumah dalam acara "Seminar Dan Lokakarya Peribadahan Sinode GKJ", dengan tema : Liturgi Lima dan Leksionari. Seminar dan Lokarya tersebut di hadiri oleh 300 lebih perserta yang merupakan utusan dari Gereja-Gereja Lingkup Sinode GKJ.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah mengingat relasi yang intim antara manusia dan Allah menjadi nilai yang mendasar dalam peribadahan. Perubadahan dan pembaharuan liturgi terus berjalan dan untuk mewadahi keakraban manusi dengan Allah itu, Dewan Gereja-gereja se-dunia pada tahun 1982 telah mengadakan seminar liturgi di peru dan menghasilkan sebuah deklarasi litrugi ekumenis yang disebut Liturgi Lima. Sementara itu gereja - gereja di asia terus berjalan dalam eksperimentasi musik gereja dalam rangka berliturgi. Peribadahan yang di persiapkan dengan baik, diharapkan dapat membawa kesegara spiritualitas dan pembaharuan hidup itu sendiri. Semakin disadari bahwa peribadahan dan penyusuan liturgi perlu pertimbangan berbagai hal. Oleh karenannya percakapan tentang peribadahan perlu dilakukan secara mendalam dan berkesinambungan.

Seminar dan Lokakarya di buka dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Andreas Untung Wiyono, D. Min, Tepat Pukul 14.00 WIB acara di lanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Umum Bapelsin XXVII, dalam sambutannya menyatakan : selamat datang di argowisata salatiga dan selamat mengikuti Lokakarya.

Sesi Pertama Seminar dan lokakarya "Liturgi Lima dan Kekiniannya" dimulai pada puku 17.00 pada sesi ini Pdt. Rasid Rachman, M.Th. sebagai narasumber mengawalinya dengan kilas balik sejarah tentang Liturgi Lima dan perkembangannya sampai saat ini. Kurang lebih 2 jam berlangsung, sesi 1 berakhirnya, di lanjutkan dengan makan malam.

Kemudian sesi kedua "Leksionari dan penerapannya " dimulai pada pukul  19.30 . Sering kali Pendeta, Majelis, penatua maupun diaken, kebinggungan membuat dan menemukan benang merah sebuah leksionari. Pdt. Rasid Rachman, M.Th membahas bagaimana menerapkan leksionari, mencari lagu membuat doa, Sampai menentukan tema. Sesi Kedua berakhir pada pukul  21.30 WIB, di akhiri dengan Renungan malam.

Sesi Ketiga di mulai pada keesokan harinya (15/11). Ibadah pagi menjadi awal untuk kesiapan hati para peserta lokakarya, setelah ibadah pagi Lokakarya Sesi Ketiga dimulai oleh Pdt. Teguh Prasetyo Adi, M.Si. selaku Moderamen mengarahkan jalannya Lokakarya. pada sesi ketiga Pdt. Rasid Rachman, M.Th. memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berdiskusi kelompok, sharing, menentukan lagu, doa sampai membuat litugi lengkap. kurang lebih selama dua jam berlalu tiba saatnya para peserta menyampaikan apresiasi dan juga hasil diskusi kelompok, kemudian Pdt. Rasid Rachman, M.Th. memberikan tanggapan juga masukan untuk masing-masing kelompok lokakarya. Apresiasi dan antusias yang luar biasa para peserta dalam mengikuti Lokakarya ini. Menambah wawasan dan pengetahuan dalam hal Leksionari dan Liturgi. 


Share this :

Berita "Berita Sinode" Lainnya