SIDANG SINODE ISTIMEWA 2016 GKJ

Tanggal 18-19 Oktober 2016 di Agrowisata Salib Putih Salatiga dilaksanakan Sidang Sinode Istimewa 2016 GKJ yang membahas secara khusus Lembaga dan Yayasan di bawah Sinode GKJ, dengan Klasis Pelaksana: Klasis Gunungkidul, Klasis Wonogiri, Klasis Sukoharjo, dan Gereja Penghimpun GKJ Wiladeg.

Ibadah Pembukaan di laksanakan oleh Klasis Pelaksana dengan pengkhotbah Pdt. Dyan Sunu Prakosa, S.Si dari GKJ Baturetno. Yang mengetengahkan tentang kesabaran, seperti yang akan dilakukan saat ini dalam menjalani Sidang Sinode Istimewa 2016 GKJ yang pertama kali dilaksanakan membahas permasalahan-permasalahan Yayasan dan Lembaga. Dimana dalam melalui semua itu harus bisa menikmati proses dalam memperbaiki komunikasi antara Sinode GKJ dan Lembaga/Yayasan dengan kesabaran agar terjadi hal yang baik di masa mendatang.

Pembukaan Sidang dilakukan oleh MPH GKJ Wiladeg yang di ketuai Sucipto, S.Sos dan sekretaris Atmaji Priyoyuwono. Dilanjutkan dengan pemilihan moderamen yang akhirnya terpilih Pdt. Andreas Untung Wiyono sebagai Ketua 1, Pdt. Novembri Ketua 2, Bambang Sriwijadi Sekretaris 1 dan Sekretaris ditunjuk dari Panitia yaitu Pdt. Wuri Ajeng. Setelah pemilihan moderamen acara sambutan dari Sinode GKJ dan beberapa tamu undangan dari Sinode sahabat, di antaranya GKSBS dan GKI Sumut.

Sebagai sidang yang membahas secara khusus Lembaga dan Yayasan di lingkungan Sinode GKJ, dilakukan laporan Tim Kajian yang sejak Sidang Sinode XXVII GKJ telah diberi mandat khusus untuk melakukan pendalaman di Lembaga dan Yayasan, dilanjutkan laporan dari 11 Lembaga/Yayasan di antaranya: Yayasan Sosial Kristen Salib Putih, Yayasan Bandha Greja, Yayasan Kemakmuran Rejeki, Yayasan Trukajaya, Taman Pustaka Kristen, Dana Pensiun GKJ, Yayasan Lembaga Pelayanan Hukum Salatiga, Lembaga Studi dan Pengembangan,PT Rumekso, Badan Pengembangan Dana Abadi, dan Yayasan Sinode.

Permasalahan-permasalahan yang muncul akhirnya membuat acara Sidang berubah, Sidang yang direncanakan untuk membahas permasalahan tiap lembaga dan yayasan dengan sidang seksi, akhirnya menjadi sidang pleno guna memperbaiki komunikasi secara penuh antara Sinode GKJ dengan yayasan dan lembaga atau rekonstruksi relasional. Maka sidang kembali mengundang Yayasan dan Lembaga untuk melaporkan secara lengkap bagaimana relasi yang diinginkan untuk bisa dikomunikasikan secara maksimal di Sidang Sinode Istimewa ini.

Hari kedua sidang hanya memutuskan artikel-artikel yang telah disusun oleh SC dan Moderamen, beberapa artikel yang muncul lebih kepada perencanaan komunikasi yang baik antara Sinode GKJ dan yayasan/lembaga. Juga diputuskan untuk diadakan Sidang Sinode Yayasan yang akan membahas secara khusus permasalahan-permasalahan dalam Yayasan dan Lembaga. Dan sidang ditutup dengan Ibadah dengan pengkhotbah Pdt. Aris Widaryanto Sekretaris Umum Sinode GKJ, dengan harapan kiranya ke depan GKJ dengan lembaga/yayasan dapat bersinergi dengan lebih baik lagi.


Share this :

Berita "Berita Sinode" Lainnya