LAUNCHING DAN BEDAH BUKU TETRUKO

Jumat, 7 Oktober 2016 Yayasan Trukajaya dalam rangka HUT yang ke 50 tahun, mengadakan Launching dan Bedah Buku dengan Judul "BELAJAR DARI TETRUKO, 50 Tahun Trukajaya Bergulat Bersama Masyarakat Desa Melawan Kemiskinan", yang di tulis Bp. Agus Santosa.

Acara dibuka dengan musik akustik " Beni and Cornel" dari Trukajaya dan pembacaan sejarah singkat Yayasan Trukajaya. Setelah doa pembuka oleh Bp. Suwarto Adi dilanjutkan sambutan-sambutan.

Sambutan pertama dari Pdt. Widi Atmojo selaku Ketua Pengurus Yayasan Trukajaya yang mengucapkan selamat datang kepada peserta dan bercerita tentang proses pembuatan buku yang sangat lama. Selanjutnya sambutan dari Bapelsin XXVII GKJ oleh Ketua Umum Bapelsin XXVII GKJ Pdt. Simon Julianto yang menyambut baik atas terbitnya buku ini sehingga lebih bisa mengenal lebih dalam tentang Trukajaya, begitupun buah-buah pikiran dari Trukajaya sangat mewarnai Sinode GKJ.

Bedah Buku di pandu moderator Bp. Setyo Handoyo (Yoyok) dari Yayasan Percik dengan membuka pembahasannya dengan mengupas sampul dari buku, yang menampilkan gambar seseorang yang menggendong rumput dan menuju jalan yang tanpa ujung, yang bisa diartikan bagaimana Trukajaya berproses dalam perjalanan ke depan.

Penulis Bp. Agus Santosa mengupas sedikit tentang isi buku yang menceritakan bagaimana berproses dengan mengawali pekerjaan pada saat melaksanakan program transmigrasi bagi masyarakat, sampai saat ini berjuang bersama masyarakat pedesaan dengan program-program di antaranya: Pembimbingan desa, warung hijau, biogas, credit union, gaduhan ternak, dll. Di mana dalam perjalanan waktu tersebut selain banyak keberhasilan ada juga beberapa kegagalan yang terjadi, intinya adalah bagaimana melihat komitmen Trukajaya dalam menghadapi ketidakpastian dan bisa melewati masa krisis.

Dalam penyerahan buku kepada pengurus Trukajaya Bp. Pradjarta Dirjosanjoto dari Percik juga menceritakan bagaimana awal pembuatan buku tentang Trukajaya, dimana proses di awali bertiga yaitu: Bp. Agus, Bp. Alm. Kutut Suwondo, dan Bp. Pradjarta. Jadi buku ini juga dalam rangka mengenang Alm. Bp. Kutut Suwondo. Untuk mengenang dan sebagai wujud penghargaan beliau juga diundang isteri Almarhum yaitu Ibu Endang Suwondo menerima buku pertama dari pengurus.

Bedah Buku oleh Bp. Banu Subagyo memberikan beberapa catatan kecil tentang kesalahan tulis, serta beberapa data untuk melengkapi keberadaan buku tersebut. Melengkapi detail kejadian dalam proses transmigrasi yang cukup rumit, bagaimana desa binaan poloboga bisa siap dengan RPJM Desa, juga sedikit menyinggung ke Sinode GKJ untuk memberi tempat lebih luas bagi lembaga-lembaga dalam Sidang Sinode GKJ. Sementara Bp. Pamerdi lebih banyak menyoroti tentang struktur penulisan yang merupakan struktur pemikiran dari penulisan cukup baik, alur bacaan sangat nyambung dari bab 1 - 8, hanya ada beberapa tumpang tindih tentang waktu. Beliau juga menyorot gaya penulisan yang bisa memandang persoalan lama dengan kacamata baru, sehingga buku ini cukup menstimulasi pembacanya melihat gambaran Trukajaya dalam menjalankan misi.

Beberapa catatan dari peserta yang banyak diantaranya adalah pernah terkait atau mengetahui Trukajaya, kembali mengisahkan data-data yang terlewati, dengan harapan buku ini bisa menjadi awal bagi GKJ untuk membuat dokumentasi yang cukup lengkap seperti buku ini.

Acara ditutup oleh Ibu Nike selaku Ketua Panitia yang menyampaikan ucapan terimakasih atas terjadinya HUT 50 tahun Yayasan Trukajaya yang dimulai sejak 15 Mei 2016 dari ibadah syukur, perayaan dan ditutup dengan bedah buku saat ini. Doa penutup di haturkan Pdt. Yahya Tirta Prewita dilanjutkan dengan ramah tamah.


Gambar Terkait :

Share this :

Berita "Berita Sinode" Lainnya