KATEKESE LITURGI 2016

KATA PENGANTAR

Hidup adalah anugerah yang diberikan Allah kepada manusia dan seluruh ciptaan.  Menikmati kehidupan berarti merayakan kehidupan sebagai anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Perayaan kehidupan juga dinyatakan dan dinikmati didalam kehidupan Gereja. Gereja adalah tempat dan sekaligus alat untuk dapat merayakan kehidupan itu. Oleh karena itu, Gereja, melalui perayaan liturginya merayakan dan menikmati arti kehidupan yang sejati, yaitu persekutuannya dengan Allah Sang Pencipta di dalam Kristus Yesus Tuhan.

Melalui Liturgi yang dirayakan, Gereja sedang mengungkapkan arti dari kehidupan. Ketika ada persekutuan orang-orang yang dipanggil menjadi umat Allah, memuji, memuliakan  Allah sebagai pemilik dan sumber dari kehidupan yang memberikan kehidupan itu dalam karya penyelamatan-Nya. Spiritualitas Gereja yang bersumber dari iman kepada Tuhan Yesus Kristus (yang tidak kelihatan) dinyatakan melalui ritual sesuai dengan tata urutan liturgy (yang kelihatan). Demikianlah, betapa liturgy sangat menolong dalam rangka menjelaskan dan menyatakan Gereja dalam merayakan dan menikmati arti kehidupan.

Seri katekese liturgy kali ini, dipersiapkan oleh Komisi Pengajaran, Tata Gereja-Tata Laksana, dan Liturgi melalui Tim Katekese Liturgi yang berisi Liturgi Mg I dan III (dipersiapkan oleh Pdt. Sertiyadi, S.Si), Liturgi Mg II dan IV (dipersiapkan oleh Pdt. Neny Suprihartati, M.Th), dan dua bahan sarasehan yang diambil dari seri liturgy sebelumnya (Liturgi Lima dan Berkumpul di Sekitar Meja Perjamuan) karena dipandang perlu penegasan dalam pergumulan di gereja-gereja.

Dalam katekese Liturgi saat ini, masih dicantumkan bahan sarasehan dari Liturgi Lima dan Berkumpul di Sekitar Meja Perjamuan karena materi ini perlu menjadi pergumulan bagi gereja-gereja. Di dalam tema "Mencintai Liturgi Kehidupan", Liturgi Lima dapat dipakai dan digunakan untuk menyatakan perayaaan mencintai kehidupan, karena di dalamnya mengajak umat untuk mengenang dan merasakan karya penyelamatan Allah yang memberikan kehidupan dan karenanya mengajak umat untuk mencintai, menghargai kehidupan dalam kehidupan liturgis di sepanjang hidupnya. "Berkumpul di Sekitar Meja Perjamuan" mengajak umat untuk mengenang dan merayakan persekutuan dengan Tuhan Yesus dalam meja perjamuan dan di sanalah ditemukan dan dirasakan persekutuan dengan Tuhan dan sesama dalam menikmati, menghargai dan merayakan kehidupan.

Kami memohonkan maaf atas keterlambatan penerbitan seri Liturgi di tahun ini, dikarenakan adanya perubahan struktur berdasarkan keputusan Sidang XXVII Sinode GKJ, yang mengakibatkan perlunya koordinasi dan pelaksanaan yang memerlukan waktu yang cukup panjang. Semoga hal ini tidak mengurangi arti pentingnya dalam memahami dan menghayati Liturgi dan pada akhirnya menjadikan gereja-gereja semakin dapat menghayati dan menikmati persekutuannya dengan Tuhan melalui Liturgi untuk mencintai dan merayakan kehidupan. Selamat memanfaatkan dan berkatekese liturgy.

 

Salatiga, 10 Agustus 2016

Komisi Ajaran, Tata Gereja-Tata Laksana, dan Liturgi


Share this :

Berita "Liturgi" Lainnya