PEMBUKAAN TOKO BUKU ROHANI TPK SALATIGA DI SINODE GKJ

Sabtu, 20 Agustus 2016 dilakukan pembukaan toko buku rohani, Taman Pustaka Kristen Salatiga. Acara dibuka dengan ibadah syukur yang dilayani oleh Pdt. Simon Julianto, M.Si. yang mendasarkan kotbah dari Yohanes 20:30-31; 31:24-25 yang manggambarkan tentang pelayanan literatur, dimana Yohanes menekankan kata mencatat dan menulis, untuk menjadi pengajaran. Begitupun dengan pembukaan Toko Buku Kristen TPK Salatiga ini adalah dalam rangka pelayanan literatur dari GKJ.

Sambutan dari Bp. Ahmadi selaku pengurus Yayasan TPK menginformasikan pada saat sosialisasi pembukaan Toko Buku Kristen TPK Salatiga ada banyak kontra karena situasi pasar usaha sedang lesu, namun kembali mendasarkan kebutuhan literatur di lingkungan Sinode GKJ sehingga toko buku ini tetap melanjutkan misi pelayanan. Pdt. Aris Widaryanto selaku Sekretaris Umum Sinode XXVII GKJ dalam sambutannya lebih melihat kebutuhan mahasiswa theologi karena cukup banyak sekolah theologi di sekitar Salatiga, dan cukup banyak kegiatan yang dilakukan di Kantor Sinode GKJ. Beliau juga menitipkan kepada TPK apabila berkenan bisa membuka toko buku di Sinode lain, karena ada permintaan dari beberapa Sinode sahabat.

Dalam menyemarakkan acara ini, TPK mengadakan acara Diskusi "Misi dan Pelayanan Gereja yang Pastoral-Transformatif' dengan narasumber Pdt. Joko Prasetyo A.W dan moderator Bp. Samuel Sunu Nugraha. Dalam paparannya beliau menyampaikan untuk bisa membedakan antara: Agama, Iman, dan Spritualitas. Ke depan perlu dibentuk pendekatan pastoral transformatif, dalam penggambaran seperti pastoral farming.

Dalam diskusi tersebut dari GKJ Ngampin menanyakan bagaimana penerapan Pastoral Farming dalam GKJ, karena sudah terbiasa selama lebih 80 tahun dengan gaya yang agak kaku, dan hampir disemua jemaat sering merasa takut dengan istilah penggembalaan. Dari Bp. Aris TPK menanyakan juga apakah pastoral farming tidak mengkhianati karunia, karena selama ini yang dipercayai sebagai keselamatan adalah karunia, bukan usaha manusia. Pdt. Joko mengutarakan bahwa Gereja terlalu bersukacita dengan karunia keselamatan, jadi kita harus lebih rendah hati lagi, harus pastoral berdasarkan. Untuk GKJ Ngampin, masih perlu waktu karena mengubah keadaan tidak seperti membalik telapak tangan.

Acara ditutup dengan ramah tamah, dan dilakukan pemotongan pita sebagai simbolik dibukanya Toko Buku Rohani Taman Pustaka Kristen Salatiga oleh Pengurus TPK, untuk bisa menjadi pelayanan literatur bagi Sinode GKJ dan wilayah di sekitarnya.


Share this :

Berita "Berita Sinode" Lainnya