PERINGATAN HARI LANSIA NASIONAL DAN PERINGATAN PENTAKOSTA ADIYUSWA SE SINODE GKJ

Sabtu, 28 Mei 2016 Lapangan Kujon, Borobudur dilaksanakan Peringatan Hari Lansia Nasional dan Peringatan Pentakosta Adiyuswa se-Sinode GKJ. Peserta yang hadir diperkirakan +/- 16.000 dari pendaftaran yang masuk hanya sekitar 14.500 orang, hal tersebut cukup membuat panitia kewalahan walaupun telah setahun lebih mempersiapkan kegiatan tersebut. Lalulintas di sekitar lapangan Kujon dipenuhi hampir 400an bus dan kendaraan pribadi yang berdatangan dari enam propinsi di Jawa, sehingga beberapa peserta yang hadir terpaksa harus berjalan kaki sampai sampai lapangan. Namun hal tersebut tidak membuat antusiasme para adiyuswa surut, terlihat dari mimik muka yang ceria menikmati perjalanan yang dilalui, walaupun bahkan beberapa karena kesehatan harus menggunakan kursi roda atau juga dipapah oleh sanak keluarga yang mengikuti.

Di dalam lapangan pun tak kalah sibuknya, panitia yang hilir mudik menyambut kedatangan para adiyuswa. Dari tempat pendaftaran yang berderet cukup banyak karena harus melayani peserta yang sedemikian banyak, sampai para pelajar yang membawa papan nama untuk mengkoordinasi peserta sampai ke tempat duduknya. Panggung kegiatan dikelilingi 11 tenda besar dengan ribuan deret kursi  memenuhi lapangan Kujon untuk pelaksanaan kegiatan ini, itupun hampir tidak mencukupi untuk menampung peserta yang hadir, ditambah cuaca yang cukup panas sehingga peserta mencari sekitar lapangan untuk berteduh. Di bagian belakang terdapat tenda kesehatan yang cukup banyak, karena menyadari bahwa peserta yang hadir adalah para Lansia.

Acara dibuka dengan yel yel adiyuswa yang menunjukkan semangat dari adiyuswa: Adiyuswa - Semangat, Adiyuswa - Berguna, Adiyuswa - Bahagia, O..... Yes !!!. Sebagai penyambutan kedatangan peserta ditampilkan tari Topeng Ireng dari Kelurahan Borobudur, setelah kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Bupati Magelang dan tamu undangan lainnya yang diiringi Soreng Anak-anak dari GKJ Kenalan, dilakukan pengibaran Bendera merah putih. Ketua Panitia Pdt. Saryoto dalam sambutannya sangat berbahagia dengan atusiasme para adiyuswa dan mohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini ada beberapa kekurangan. Begitupun Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo menyambut baik kegiatan tersebut dan merasakan begitu penting arti adiyuswa dalam hidup keseharian.

Secara simbolik dilakukan pelepasan burung merpati oleh Gubernur dan perwakilan agama-agama di Jawa Tengah sebagai wujud kebersamaan, diantara nya perwakilan dari Agama Hindu, Budha, Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, dan juga dari Penganut Kepercayaan. Setelahnya dilakukan penyerahan burung merpati dan kenang-kenangan dari Adiyuswa kepada Gubernur sebagai simbol perdamaian. Acara dilanjutkan dengan Ibadah Pentakosta dengan liturgi khusus bahasa Jawa yang diiringi gamelan dari GKJ Plengkung, dengan pengkhotbah Pdt. DR. Budianto (UKDW). Dibacakan pula Ikrar Adiyuswa GKJ dalam penutupan Ibadah.

Acara berjalan dengan rapi baik dengan pembawa acara sekaligus menghibur dalam kegiatan tersebut  Den Baguse Ngarso dan teman, yang cukup terkenal di TVRI waktu dulu. Sebagai penutup acara dan mengiringi kepulangan peserta di tampilkan tari Warok anak-anak dari GKJ Kenalan. Peserta melanjutkan kegiatan masing-masing sebagian di antaranya mampir ke beberapa tempat wisata di kota Magelang.


Share this :

Berita "Berita Sinode" Lainnya