ARTIKEL YLPHS: KORUPSI MENCEDERAI HATI RAKYAT

( Oleh : Elys Sudarwati, SH, YLPHS )

Banyak sekali kasus koprusi yang terjadi di bangsa Indonesia. Korupsi tidak memandang jenis kelamin, jabatan ataupun pendidikan serta umur. Banyak sekali korupsi yang dilakukan oleh para pejabat baik dikalangan bawah ataupun dikalangan atas. Indonesia, merupakan negara ketiga terkorup di dunia. Korupsi adalah bencana terbesar bangsa ini. Meski sebagian besar para koruptor sering mengucapkan di bibir sangat peduli masyarakat dan cinta tanah air. Korupsi adalah perbuatan buruk yang telah mengakar di negara Indonesia yang sulit diberantas. Tindakan tidak terpuji ini dapat mengganggu dan berdampak dalam semua segi kehidupan manusia. Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja.

Korupsi sebenarnya tidak jauh dari sebuah tindakan pencurian (motif ekonomi) sehingga korupsi sama dengan kejahatan-kejatan lainnya yang kuat diwarnai oleh kepentingan-kepentingan ekonomi dan politik. Didalam negara demokratis , korupsi muncul untuk menunjang kepentingan-kepentingan politik, selain untuk merebut kekuasaan juga untuk mempertahankan kekuasaan. Indonesia sendiri sedang dalam masa transisi menuju demokrasi, tetapi sudah banyak kasus yang menunjukkan bahwa dalam sebuah sistem yang demokratis masih terjadi korupsi. Korupsi akan menghambat pertumbuhan investasi. Baik investasi domestik maupun asing.

Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi. Dalam sektor privat, korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal, ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup, dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi, konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga, korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien.

Korupsi menimbulkan kekacauan di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi, yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan, lingkungan hidup, atau aturan-aturan lain. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah.

Upaya pemberantasan korupsi sudah banyak dilakukan, salah satunnya dengan mulainya diberikan pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolahan dengan mendirikan kantin kejujuran. Akan tetapi kegagalan pendidikan anti korupsi yang diberikan pada anak-anak pada khususnya ternyata masih belum membuahkan hasil. Kegagalan pendidikan anti korupsi di Indonesia terjadi karena kurangnya keteladanan yang diberikan oleh para pemimpin, orang tua maupun guru. Oleh karena itu mulai sekarang lebih baik tunjukkan atau buktikan dan tanamkan pada diri kita sendiri dengan pedoman anti korupsi, baik di dalam pemerintahan terrendah ataupun di pemerintahan di atas. Kita tidak usah saling menuding , akan tetapi buktikan dengan perbuatan yang mencerminkan kita orang yang bersih dari korupsi. Maka apabila semua masyarakat Indonesia mempunyai pedoman anti korupsi, maka lampan laun Indonesia akan bersih dari korupsi, dan yang dulunya dianggap negara terkorup ke tiga di dunia, akan diganti negara yang paling bebas korupsi. Sehingga hal ini tidak akan mencederai hati masyarakat, dan kemakmuran masyarakat akan meningkat, semoga tulisan ini menjadi berkat kita semua, amin.

 


Share this :

Berita "Wacana Umum" Lainnya