TATA IBADAH HARI DOA SEDUNIA 2015

Hari  Doa  Sedunia  (HDS)  adalah  gerakan  global  yang  melibatkan  seluruh  warga  gereja termasuk anak-anak untuk menyatu diri menggumuli keberadaan suatu gereja di suatu negara tertentu.  Awalnya gerakan  ini  dirintis  dan  dikembangkan  oleh  kaum perempuan  Gereja Presbyterian Amerika Selatan sebagai reaksi atas keadaan buruh imigran yang mengakibatkan perbudakan. Dan pada tahun 1887 mereka mengundang perempuan dari berbagai denominasi gereja bergabung dalam Hari Doa Tahunan (HDT) Bagi Rumah Misi (The Women's Home Mission Board). Tahun 1920 pembentukan Komite Nasional HDT menetapkan Jumat pertama pada bulan Maret setiap tahun sebagai HARI DOA TAHUNAN karena bertepatan dengan masa sengsara Tuhan Yesus Kristus. Tahun 1927 perempuan dari seluruh penjuru dunia dari 170 negara hadir mengikuti International Mission Council Meeting di Yerusalem dan memutuskan memberi nama Hari Doa Sedunia.

Di Indonesia sendiri, pengorganisasian HDS telah mulai sejak tahun 1950 sampai saat ini masih menjadi kebutuhan gereja untuk aktifitas gerakan oikumene. Buku Penuntun HDS 2015 ini disampaikan kepada  Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Mitra Gereja  untuk  dipergunakan  dalam  Perayaan  HDS  2015  oleh seluruh  Jemaat  Kristiani  di Indonesia sebagai wujud kebersamaan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia dengan Gereja- gereja lain di dunia.

Materi dalam buku ini dipersiapkan oleh saudara-saudari kita dari Negara Kepulauan Bahama, suatu  negara yang  terletak  di  lautan Atlantik, yang  memiliki lebih  dari  700  pulau.  dengan peristiwa perbudakan pada abad 17-18 yang tercatat dalam sejarah, berpenduduk campuran dari suku bangsa Afrika, sebagian lagi keturunan suku Indian, dan Inggris serta Amerika.

Materi dalam perayaan HDS 2015 ini menyiratkan tantangan dan pergumulan   gereja dan penduduk Bahama seputar penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga, pemberdayaan "ibu-remaja", para perempuan penderita kanker, dll.  Dari tantangan-tantangan tersebut, maka Komisi HDS Bahama  mempersiapkan materi yang fokus pada "melayani dengan mencontoh pada Cinta Suci Yesus" melalui belajar dari tindakan pembasuhan kaki para murid oleh Yesus sendiri. Tindakan mana tidak pernah dipahami para murid. Tuntutan Yesus agar pengikutNya mengikuti tindakanNya adalah satu ajakan untuk "tunduk" dalam kerendahan pelayanan yang didasari atas cinta kasih. Respon pengikut digambarkan melalui lukisan : bagaikan burung Flaminggo (burung khas Bahama) yang tunduk di kaki Yesus karena disitu ada pengampunan, damai dan kasih yang sempurna.

Tata Ibadah HDS Anak dapat diunduh disini.

Tata Ibadah HDS dapat diunduh disini.

 klik tanda  dibawah ini untuk mengunduh


Share this :

Berita "Liturgi" Lainnya