BAKTI SOSIAL KLASIS DI DIY DAN KLATEN BARAT: PEMBANGUNAN PENAMPUNGAN AIR

Gereja sebagai bagian dari masyarakat, memang tidak dapat dipungkiri. karena gereja juga hidup bersama-sama dengan masyarakat yang berbeda baik kultur budaya ataupun tingkat sosial dan keadaan alam atau letak geografisnya. Menyikapi salah satu peran dan tugas gereja di tengah masyarakat yang beraneka ragam kondisinya tadi maka gereja di klasis-klasis Daerah Istimewa Yogyakarta (terdiri dari 5 klasis: Klasis Kulon Progo, Yogyakarta Barat, Yogyakarta Utara, Yogyakarta Selatan dan Gunung Kidul ) bekerja sama dengan Klasis Klaten Barat mengadakan program kegiatan Bakti Sosial.

Bakti sosial ini mengacu pada "apa yang menjadi kebutuhan dasar dari masyarakat" dan yang jadi kebutuhan dasar mahkluk hidup sendiri pada dasarnya air maka 6 pengurus klasis tersebut, memikirkan bagaimana terwujudkan cita-cita mulia dengan membentuk kepengurusan 6 klasis bagi program baksos, dengan Pdt. Agung Budiarta sebagai Ketua Pengurus - GKJ Kebon Agung- Yogyakarta Barat, dan Pdt. Appy Henny sebagai Sekretaris - GKJ Samirono Baru- Yogyakarta Utara), serta dibantu para koordinator dari tiap-tiap klasis serta pihak-pihak terkait dalam hal ini ada masyarakat penerima bantuan, perangkat desa, LPPM UKDW serta instansi lainny.

Setelah beberapa kali mengadakan pertemuan dari satu klasis ke klasis lainnya guna membahas segala keperluan dalam rangka mewujudnyatakan program Baksos ini, maka pemilihan target baksos tentunya disesuaikan daerah yang akan dibantu, tempat yang jadi sasaran serta wujud bantuan yang diberikan. Maka  salah satu caranya yang dipilih setelah melihat berbagai aspek dalam pemberian bantuan adalah dengan Pembangunan Penampungan Air yang di alirkan ke 194 KK di daerah Kerjan, Beji, Patuk Gunungkidul. Hal ini dilakukan, karena daerah ini seringkali kekurangan air, tidak hanya di musim kemarau, di musim penghujanpun air menjadi kebutuhan yang teramat langka. 

Program ini akhirnya terealisasi pada bulan Oktober 2014, ketika di Dusun Kerjan, Beji, Patuk, sudah berdiri bak penampungan air dengan ketinggian 800 m, dan dengan anggaran kurang lebih 18 juta, yang didapat dari anggaran klasis-klasis pelaksana Baksos. 

Semoga bantuan ini dapat dinikmati oleh warga Dusun Kerjan, dan program ini juga tidak berhenti hanya pada pembangunan penampungan air, tetapi akan juga berlanjut dengan pemberian 600 bibit pohon nangka, yang direncanakan penanaman dilaksanakan pada awal bulan Desember tahun 2014 ini.

Salah satu faktor dipilihnya pohon nangka ini, diharapkan bisa semakin menguatkan identitas  DIY sebagai kota Gudeg dan menambah perekonomian masyarakat setempat. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati. ( tiyas-GKJ ngento-ento)

 


Gambar Terkait :

Share this :

Berita "Berita Gereja" Lainnya