HUT RI: UNDHUH-UNDHUH DAN PASAR TIBAN

Banyak cara bisa dilakukan untuk merayakan Ulang Tahun Kemerdekaan RI, seperti: upacara bendera, memasang umbul-umbul, tasyakuran, berbagai lomba, pentas seni, panjat pinang dsb.  Namun di GKJ Purworejo, secara unik merayakan HUT ke-69 RI disatukan dengan  syukuran panen raya UNDHUH-UNDHUH 2014  (15/8)  dan  PASAR TIBAN  UNDHUH-UNDHUH (16/8).

Selama lima tahun terakhir, Pesta Panen Undhuh-undhuh  memang menjadi  agenda tahunan  yang dicanangkan oleh Pemda Purworejo, sebagai "wisata religi Kristiani".  Tak heran, Perayaan ini diadakan dalam perspektif budaya lokal, di mana berbagai hasil panen yang hendak dipersembahkan ditata dalam bentuk gunungan, dan diarak bersama dengan diiringi aneka  kesenian setempat, seperti: dolalak, jathilan, rampak buto, thek-thek, karawitan,  dan drum band."Kami ingin menjadi Gereja yang berakar pada budaya lokal  dengan berbagi bersama masyarakat sekitar," ungkap Ketua Panitia, Gunardi.

Di hadapan Bupati, dan jajaran Pemda Kabupaten Purworejo, Ketua Majelis GKJ Purworejo, Pnt. Drs. Susatyo, Ph. menegaskan bahwa Pesta Panen pada hakikatnya adalah ungkapan syukur atas segala rahmat dan berkat Allah.  "Oleh karena kami telah diberkati, maka kami juga ingin menjadi sarana berkat Tuhan.  Hasil Undhuh-undhuh ini, akan kami jual dalam acara Pasar Tiban/Pasar Murah di Jl. Kol. Sugiono 55, untuk menjadi berkat bagi masyarakat umum; khususnya dalam merayakan Kemerdekaan RI." ungkapnya.  Sambutan Masyarakat sangat antusias, baik ketika menikmati karnaval budaya Syukuran Panen; apalagi saat  ikut belanja dalam Pasar tiban undhuh-undhuh.  Selain kambing, berbagai jenis ayam, menthok, dan burung. Juga dijual sayuran, buah-buahan, bibit tanaman jahe merah, hasil keterampilan/home industri, juga dijual  barang-barang pantas pakai, seperti  aneka sepeda pantas pakai. Dirgahayu  Indonesia!.

(sumber:  Sie Humas GKJ Pwr/Don don)

 


Gambar Terkait :

Share this :

Berita "Berita Gereja" Lainnya