TATA IBADAH HARI PEKABARAN INJIL INDONESIA dan HARI PERJAMUAN KUDUS seDUNIA

KATA PENGANTAR

Salam Sejahtera dalam Kasih Yesus Kristus!

Gereja-gereja di seluruh dunia setiap minggu pertama bulan Oktober melakukan Perjamuan Kudus bersama-sama, untuk mengingatkan kembali tentang hakekat hidup beriman dalam Yesus Kristus. Ia telah mati disalibkan untuk menebus dosa-dosa kita. Karena itu, kita harus mewartakan kepada orang lain, agar dunia percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Juruselamat Dunia.

Indonesia melaksanakan Hari Perjamuan Kudus se-Dunia bersamaan dengan Hari Pekabaran Injil  Indonesia. Tema HPII dan HPKD 2011 adalah "Terus Memberitakan Karya Pembebasan Allah bagi Semua".

Perayaan ibadah HPII dan HPKD 2011 ini memakai Tata Ibadah Perjamuan Kudus dari Gereja Masehi Injili Bolaang Mongondow (GMIBM), dengan alamat kantor Sinode Jl. A. Yani No. 720, Kotak Pos 104 KOTAMOBAGU 95711, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Pada kebaktian HPII dan HPKD tahun ini, kami memohon dukungan doa dan kerjasama Gereja-gereja Anggota PGI untuk dapat ikut berperan dalam menunjang program Pekabaran Injil di Indonesia melalui Bidang Koinonia PGI. Jika gereja setempat tergerak untuk membantu kami dalam hal dana, dapat dilakukan dengan menjalankan pundi persembahan ekstra pada Kebaktian HPII dan HPKD 2011, dan diteruskan ke:

 

Bendahara PGI,  untuk Program Bidang Koinonia PGI

Jln. Salemba Raya 10, Jakarta 10430 Pusat

Telp. 021-3150455, 021-3908119-20, Fax. 021-3150457

Email: pgi_koinonia@yahoo.co.id

 

Atau  melalui bank dengan rekening:

1.   Atas nama PGI,                                               2.    Atas nama PGI

      No. 0230.01.000448.30.6                                   No. 342.301.2001

      BRI Cabang Jakarta Cut Mutiah                           BCA Cabang Matraman

      Jl. Cut Mutiah No.12, Jakarta Pusat.                 Jl. Matraman Raya, Jakarta Pusat.

 

Atas segala bentuk dukungan dan kerjasama, kami ucapkan terima kasih. Selamat merayakan HPII dan HPKD 2011. Kiranya Yesus Kristus, Kepala Gereja, semakin memberkati pelayanan kita semua.

 

 

Jakarta, 30  Agustus 2011

 

Teriring Salam dan Doa,

Bidang Koinonia PGI,

 

 

Olvi Prihutami, S.Th, MPD

Sekretaris Eksekutif

 


 

PENJELASAN  PENGGUNAAN  TATA  IBADAH  HPII & HPKD

Minggu, 02 Oktober 2011

 

  • Nyanyian dalam tata ibadah ini dapat diganti (disesuaikan) dengan nyanyian jemaat setempat.
  • Penempatan Paduan Suara (Vokal Group) dan Warta Jemaat ditempatkan menurut kebiasaan masing-masing jemaat.
  • Singkatan-singkatan yang digunakan: PF=Pelayan Firman, J=Jemaat, P=Penatua (Sintua), D=Diaken (Syamas), KJ=Kidung Jemaat, dan PKJ= Pelengkap Kidung Jemaat.
  • Pada Pelayanan Perjamuan Kudus (pembagian roti dan anggur) dapat disesuaikan dengan kebiasaan gereja setempat.
  • Bahan Alkitab untuk khotbah berdasarkan Buku Almanak Kristen Indonesia (BAKI) 2011. Berikut ini bahan pemikiran untuk Pelayan Firman:

 

Matius 21:33-46  menjadi dasar renungan dalam merayakan HPII dan HPKD

 

Seorang kawan dari lingkungan pesantren bertutur, "...mereka (sejumlah pemuka agama) tidak suka dengan kegiatan saya (membela hak perempuan marjinal dan kelompok minoritas). Pemikiran saya dan apa yang saya sampaikan dianggap tidak sesuai dengan kebenaran (tafsir) Kitab Suci. Mereka makin tidak  suka pada saya dan menyingkirkan saya dari struktur (kepemimpinan)....".

 

Suara senada disampaikan seorang aktivis keadilan gender darii lingkungan Kristen, "....suara korban (kekerasan berbasis gender dalam lingkungan gereja) yang saya bawa ke pimpinan gereja dianggap isapan jempol. Pemimpin sinode tidak percaya pada kesaksian korban, menganggap korban melebih-lebihkan. Sejumlah rekan pendeta menyarankan saya berhati-hati dan tidak meneruskan kegiatan ini...".

Dua kesaksian ini adalah cerminan  kecenderungan masyarakat, khususnya pemangku otoritas dan kekuasaan, yang lebih sering menolak suara kaum marjinal dan korban yang diperjuangkaan oleh para aktivis dan pegiat HAM dan dialog lintas iman. Bagi para penguasa dan pemimpin

 

yang tidak peka, suara kebenaran dan tuntutan keadilan korban terdengar bagaikan gugatan yang menyakitkan dan membahayakan tatanan kehidupan, serta "ketenangan dan keseimbangan" (baca: status quo). Meski suara korban dan kaum marjinal memiliki legitimasi teologis yang jelas dan kuat, diberitakan terus-menerus tanpa kenal lelah dari generasi ke generasi, ia tidak serta-merta sanggup menembus dan mengubah bangunan kuasa yang dipelihara oleh para pemimpin, di lingkungan agama sekalipun. 

 

Injil Matius 21:33-46 berefleksi tentang penolakan terhadap suara dan inisiatif pembebasan dari Allah yang diwartakan Yesus Kristus. Bagi penulis teks ini, kecenderungan para pemimpin dan penguasa menolak pesan Allah yang diberitakan oleh para nabi bukan hanya berarti penolakan kepada sang pembawa berita, melainkan penolakan dan pemberontakan kepada pemilik berita, yaitu Allah sendiri. Namun demikian, meski ditolak habis-habisan, inisiatif dan karya pembebasan dari Allah bagi manusia tidak dapat dibatasi atau dihambat oleh apapun. Keselamatan dan pembebasan dari Allah melalui karya dan pelayanan Yesus Kristus   tak boleh berhenti. Tugas panggilan dan pengutusan ini akan terus berjalan, dikerjakan oleh orang-orang yang setia pada suara dan  kehendak Allah. Karya Allah melalui Yesus Kristus, yang diteruskan oleh gereja dan banyak orang lainnya, berlaku bagi semua, melampaui batas-batas primordial yang eksklusif, serta memiliki cukup kekuatan untuk meruntuhkan bangunan kuasa yang arogan yang menindas dan mengeksploitasi manusia. Pengalaman sejumlah gereja Afrika Selatan yang setia dan teguh berjuang menghapus politik Apartheid, maupun pengalaman para feminis kristen membarui wacana dan praksis berteologi agar adil jender, adil ras dan kelas, adalah dua dari sekian banyak contoh sukses terbaik bagi kita di masa kini (SA)

 


 

TATA CARA IBADAH HPKD/HPII

 

PERSIAPAN  :  Permainan organ / piano / paduan suara/vokal grup/ solo/duet yang sudah disiapkan.

Sementara itu Pelayan Firman (PF)  dan anggota majelis jemaat   memasuki ruangan gereja.

 

I.  VOTUM dan SALAM (jemaat berdiri)

 

PF: Pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, yang memelihara kesetiaanNya dan yang tidak membiarkan perbuatan tangan-Nya.

 

Jemaat: Menyanyi  " Atas Bukit Yang Jauh "

                                 Atas bukit yang jauh ada salib ku tahu

                                 Tanda hina dan dosa seg'nap

                                 Salib itu harta intan dan permata

                                 Kasih Tuhan sempurna tetap

                                 Biar aku peluk salibNya

                                 Hingga Tuhan k'lak datang seg'ra

                                 Ganti salib-Nya Yesus b'ri sesudah p'rang

                                 Mahkota-Nya kekal dan senang

 

II.  INTROITUS

 

PF: Membacakan Efesus 4 : 18 (atau ayat yang sesuai).

 

Jemaat: Menyanyi : K.J. No. 13  " Allah Bapa, Tuhan "

                         PF: Allah Bapa Tuhan

                         Jemaat: Dimuliakanlah namaMu

                         PF: Allah Bapa Tuhan

                         Jemaat: Dimuliakanlah namaMu

                         Semua   : Langit bumi ciptaanMu, kamipun anak-anakMu

                                        Datanglah dengan kasihMu

 

 

III.  PEMBERITAAN FIRMAN   (duduk)

 

PF      :

a.       Doa Epiklese

b.      Pembacaan Alkitab

c.       Khotbah

d.      Saat Teduh

 

Nyanyian sambutan :

-          Paduan suara

-          Solo/duet/vokal grup

 

IV.  DOA SYAFAAT

 

V.   PELAKSANAAN PELAYANAN PERJAMUAN KUDUS:

     Ketetapan dan Hakekat Perjamuan Kudus

 

PF   :  Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.

Pada saat ini kita semua sebagai saudara bersaudara sudah datang bersekutu di tempat ini bersama-sama memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus, seperti yang tertulis di dalam I Korintus 11 : 23-26 demikian.........(dibaca)

Di dalam perjamuan ini Tuhan mau menyatakan diri-Nya di tengah-tengah kita melalui roti dan anggur, agar kita semua dengan hati yang pasti selalu mengingat dan menghayati secara nyata arti dan makna kematian Tuhan Yesus Kristus untuk kita semua, sehingga persekutuan dengan Tuhan, bertambah teguh serta iman percaya kita dikuatkan. Sebab dari roti yang seketul, kita yang banyak ini dipersatukan menjadi satu tubuh di dalam Kristus

Demikian pula minuman ini adalah anugerah Tuhan buat kita, serta menjadi tanda persekutuan kita dengan Kristus. Seperti Firman Tuhan kepada kita dalam Yohanes 17 : 21 Ia berdoa untuk kita demikian: "Supaya mereka menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku". Inilah Firman Tuhan atas perjamuan yang kita peringati saat ini. Karena itu hendaklah kita dengan penuh harapan dan sukacita mengambil bagian dalam tanda persekutuan keselamatan Allah bagi segenap manusia dan seisi dunia.

Akan tetapi saudara-saudara sekalian, agar supaya perjamuan ini ada kegunaannya, dan agar supaya kita memperoleh anugerah kasih setia Allah, hendaklah kita menyadari dan mengakui bahwa kita mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus ini, bukanlah karena kita adalah orang-orang yang baik dan orang yang benar di hadapan Tuhan. Tetapi kita harus mengakui bahwa kita adalah manusia-manusia yang berdosa, yang kotor, cemar, dan banyak kali melawan perintah Allah. Kita hendaknya mengakui bahwa Tuhan sudah menjalani sengsara dan penderitaan karena salah kita, bahkan Ia sudah mengorbankan diriNya dan mati supaya kita memperoleh pengampunan, kemerdekaan serta perdamaian dengan Allah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan perantaraan Roh Kudus iman kita dikuatkan sambil membaharui hati dan pikiran kita menuju masa depan mengikuti   Tuhan kita Yesus Kristus.

Setiap orang yang mengaku dan menyadari akan hal-hal yang disebutkan tadi dengan segenap hati, merekalah yang diterima Tuhan di dalam Perjamuan Kudus.

Akan tetapi bagi setiap orang yang dengan sengaja mengeraskan hatinya serta merusak hidupnya dengan perbuatan-perbuatan yang nyata-nyata melawan perintah Tuhan, maka baginya Perjamuan Kudus tidak berarti apa-apa, bahkan menjadi hukuman atas dirinya. Karena itu hendaklah masing-masing lebih dahulu menguji dan memeriksa dirinya di hadapan Tuhan, dan kemudian barulah ia boleh makan roti dan minum dari cawan Perjamuan ini.

Namun demikian saudara-saudara sekalian, perkataan ini disampaikan kepada kita semua bukan supaya kita menjauhi atau takut dan segan mengambil bahagian dalam Perjamuan Kudus ini. Sebab Tuhan memanggil kita ke meja Perjamuan bukan karena kita sempurna atau benar. Ia memanggil setiap orang yang mengaku segala kesalahannya, yang menyesali perbuatan-perbuatannya dan ingin bertobat. Dan juga kepada orang-orang yang rendah hati yang memikul beban dosa dipanggil dan diterima oleh Tuhan di dalam Perjamuan AnakNya Yesus Kristus.

 

S  A  A  T    T  E  D  U  H

 

VI.  PENGAKUAN DOSA  (berdiri)

PF: Ya Tuhan ampunilah dosa kami, karena dosa kami besar di hadapanMu    dan sesama kami. Palingkanlah wajahMu pada kami serta karuniakanlah kasih setiaMu pada kami. Lepaskanlah kami dari kehendak untuk melawan segala perintahMu. Peliharalah dan tolonglah kami. Janganlah kami mendapat malu, karena kepada Tuhan saja tempat kami berlindung. Dan biarlah kebenaranMu mengawali hidup kami, serta menunggui keluar masuk kami. Kami menantikan Dikau ya Tuhan. Amin.

 

VII.  PENGAKUAN IMAN

PF  +  J   : Mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli atau Nicea Konstantinopel

 

VIII.  BERITA PENGAMPUNAN DOSA (duduk)

 

PF          :  Saudara-saudara yang kekasih.

Jikalau ada diantara kita yang berbu-at dosa terhadap Tuhan dan    sesama manusia, janganlah ia bimbang dan takut; Yesus Kristus Ialah

 

Juruselamat kita, Dialah yang menghapus segala dosa kita bahkan dosa dunia. Sebab itu pujilah akan Injil Yesus Kristus dan hiduplah di dalam sejahteraNya.

 

Jemaat  :  Menyanyi  NKB. No. 22  " Walau Dosamu Merah "

Walau dosamu merah akan putih dan bersih

Walau dosamu merah akan putih dan bersih

Walaupun merah bak kirmizi kan putih bersih

Walau dosamu merah, walau dosamu merah

Akan putih dan bersih, akan putih dan bersih

 

(sementara menyanyi, PF turun dari mimbar dan mempersiapkan meja)

 

PF  :  Marilah karena segala sesuatu telah tersedia.

   (jemaat dengan tertib memasuki/duduk sekitar meja Perjamuan; jika

   disiapkan meja khusus).

 

PF   :  (sebelum memberikan roti kepada jemaat khadim berkata) :

     Tuhan Yesus Kristus tatkala diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia   mengucap syukur atasnya, Ia memecah-mecahkan dan berkata: AMBILLAH, MAKANLAH, INILAH TUBUHKU YANG DISERAHKAN BAGI KAMU, PERBUATLAH INI MENJADI PERINGATAN AKAN AKU.

 

    Setelah selesai makan roti, khadim memberikan anggur kepada jemaat sambil berkata:

PF   :   AMBILLAH, MINUMLAH KAMU SEMUA DARI CAWAN INI, SEBAB INILAH DARAHKU, DARAH PERJANJIAN YANG DITUMPAHKAN BAGI BANYAK ORANG UNTUK PENGAMPUNAN DOSA. PERBUATLAH INI SETIAP KALI KAMI MEMINUMNYA MENJADI PERINGATAN AKAN AKU.

 

   (kalimat ambillah, makanlah.....minumlah....dst, dapat diulang beberapa kali setiap meja)

    Setiap pergantian meja, PF membaca satu atau lebih ayat Alkitab yang berhubungan dengan Perjamuan Kudus dan menyanyi nyanyian rohani.

 

IX.   PERSEMBAHAN SYUKUR

 

PF  :  Barangsiapa yang mempersembahkan syukur ia menghormati Aku, dan barangsiapa yang menyempurnakan jalannya maka Aku akan menunjukkan kepadanya selamat daripada Allah adanya.

 

Jemaat   :  Menyanyi  NKB. No. 196  "Ku Beroleh Berkat"

‘Ku beroleh berkat yang tak kunjung lenyap

Yang tidak dib'ri dunia

Direlung hatiku walau sarat beban

Ada damai sejaht'ra baka

Yesus yang selalu tinggal serta

Ia di dalamku ‘ku dalam-Nya

Aku senantiasa menyertaimu

Itulah janji-Nya kepadaku

 

     (sementara persembahan diedarkan, dapat juga diselingi dengan permainan musik ataupun kelompok puji-pujian yang telah disiapkan).

 

X.  BERDOA

 PF     :   Doa syukur dan diakhiri dengan doa Bapa kami.

 

Jemaat     :   Menyanyi  K.J. No. 426  "Kita Harus Membawa Berita"

Kita harus membawa berita pada dunia dalam gelap

Tentang kebenaran dan kasih

Dan damai yang menetap

Dan damai yang menetap

Karena g'lap jadi remang pagi

dan remang jadi siang trang

Kuasa Kristus ‘kan nyatalah

Rahmani dan cemerlang

 

XI.  BERKAT  (berdiri)

PF   :   Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah dan persekutuan dengan Roh Kudus adalah kiranya beserta dengan kamu sekalian

 

Jemaat  :  Amin.....amin.....amin.

 

 

·      Ibadah Selesai

·      Saat Teduh

·      Salam Persekutuan

 


Share this :

Berita "Liturgi" Lainnya