Tata Gereja Tata Laksana

Tata Gereja   Tata Laksana

M U K A D I M A H

Gereja merupakan umat milik Allah yang percaya kepada Yesus Kristus dan menanggapi panggilan Allah untuk memberitakan karya kasih penyelamatan-Nya ke atas manusia dan dunia (1 Petrus 2:9). Dalam kesadaran sebagai umat Allah, gereja merupakan komunitas yang berkumpul untuk beribadah dan berbagi kehidupan sebagai "garam dan terang dunia" (Matius 5:13-14). Komunitas ini selanjutnya menjadi persekutuan hidup yang terus tumbuh dan berkembang hingga penjuru dunia sebagaimana dinyatakan di dalam Alkitab.

Gereja dipanggil untuk menanggapi panggilan Allah dengan berbagai sudut pandang sesuai dengan pengalaman kontekstual masing-masing. Oleh karena itu diperoleh pemahaman tentang gereja antara lain: gereja sebagai komunitas pembelajar atau komunitas para murid Kristus, gereja sebagai keluarga Allah, gereja sebagai paguyuban umat beriman, gereja sebagai arak-arakan peziarahan dalam kebersamaan dengan umat beriman yang lain, dan gereja sebagai komunitas pembaru dalam gerakan sesuai nilai-nilai yang dikehendaki Allah.

Atas dasar kesadaran yang demikian, Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) merupakan bagian dari keluasan karya kasih penyelamatan Allah kepada seluruh ciptaan yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya Jawa serta warisan tradisi teologis sesuai konteksnya yang tidak bertentangan dengan Alkitab. GKJ memahami diri sebagai kehidupan bersama orang percaya yang berpusat pada Yesus Kristus dan sekaligus jawaban manusia terhadap karya kasih penyelamatan Allah yang di dalamnya Roh Kudus bekerja. GKJ dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menerima dan merangkul keragaman yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

GKJ mengakui keluasan karya kasih penyelamatan Allah di dalam sejarah yang dinyatakan melalui bermacam cara yang unik dan otentik. Perbedaan dipahami dan diterima sebagai hal wajar yang secara positif untuk memberi manfaat saling memperkaya, saling menguatkan dalam kebersamaan. GKJ dalam kesadaran sebagai salah satu keluasan penyelamatan Allah berusaha mewujudkan kehidupan bersama dengan gereja-gereja lain dan semua komunitas melalui partisipasi aktif mewujudkan keadilan, kesetaraan, perdamaian, dan kesejahteraan demi pemulihan martabat manusia sebagai gambar Allah (Kejadian 1:26-27; Kolose 1:15-20).

Dalam melaksanakan tugas panggilannya, GKJ menata diri secara bertanggung jawab demi kemuliaan Allah dan martabat manusia. Tatanan kehidupan bersama ini memberi ruang kemandirian gereja setempat, sekaligus mewujudkan kebersamaan secara klasikal dan sinodal dalam rangka mewujudkan karya Allah yang hidup berdasarkan pada Alkitab, Pokok Pokok Ajaran GKJ, serta Tata Gereja dan Tata Laksana GKJ yang berwatak pastoral transformatif.


Update 17/07/2017


kirim | cetak | pdf