Pepenkris 2017 Bersikap Positif, Kreatif dan Produktif di Tengah Merebaknya Budaya Konsumtif

KATA PENGANTAR

Pendidikan bekerja bukan di ruang kosong, melainkan dalam sebuah konteks. Itulah sebabnya pendidikan harus kontekstual. Ia mesti merefleksikan kondisi dan pergumulan masyarakat dimana pendidikan itu berada.  Artinya, ia mesti peduli akan tantangan yang ada dalam masyarakat dan sedapat mungkin berusaha untuk ikut serta mengatasinya.

Salah satu tantangan serius yang kini dihadapi masyarakat kita adalah merebaknya budaya konsumtif. Yaitu, munculnya pola perilaku konsumsi masyarakat yang cenderung tidak lagi didasarkan pada pertimbangan rasional. Konkretnya, ketika warga masyarakat mengkonsumsi barang atau jasa tertentu, yang mereka utamakan bukan sekadar nilai guna atau nilai tukar dari barang atau jasa tersebut, melainkan nilai simboliknya. Begitulah, kini nilai simbolik makin menjadi penentu pola perilaku konsumsi.

Celakanya, banyak warga masyarakat (terutama anak-anak, remaja, dan kaum muda) ikut arus budaya konsumtif. Mereka merasa puas sekadar sebagai konsumen dari aneka produk barang dan jasa baru yang setiap hari terus bermunculan. Orientasi hidup mereka tertuju pada upaya untuk memiliki atau menikmatinya. Merekapun rentan menjadi generasi yang pasif, malas dan konsumtif.

Dalam situasi seperti itu, aktor-aktor utama pendidikan Kristen---keluarga, gereja dan sekolah Kristen---perlu mengambil sikap bijak. Anak-anak dan kaum muda harus diselamatkan dari berbagai bahaya budaya konsumtif. Tegasnya, mereka perlu diajak untuk membiasakan diri menumbuh kembangkan sikap positif, kreatif dan produktif.

Itulah sebabnya Pekan Pendidikan Kristen (Pepenkris) tahun ini dilaksanakan dengan tema "Bersikap Positif, Kreatif dan Produktif di Tengah Merebaknya Budaya Konsumtif". Tema tersebut sengaja diangkat untuk menumbuhkan kesadaran bahwa budaya konsumtif itu manipulatif dan berbahaya. Karena itu, kita tak boleh tunduk dan menyesuaikan diri dengan budaya konsumtif. Sebaliknya, keluarga, gereja dan sekolah Kristen perlu berupaya dengan sepenuh daya menumbuhkembangkan aneka gagasan, nilai, sikap dan kebiasaan hidup alternatif yang baik dan bermakna. Sehingga, dengan demikian, anak-anak/ siswa, kaum muda dan kita semua tetap menjadi garam dan terang di tengah merebaknya budaya konsumtif di sekitar kita.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkenan terlibat dalam penyiapan buku pedoman Pepenkris ini. Secara khusus kami berterima kasih kepada Bapak Pdt. Agus Wijaya; Pdt. Aris Widaryanto, Pdt. Bambang Mulyatno, Pdt. Wisnu Sapto Nugroho dan Pdt. Hananto Kusumo.

Akhirnya, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga, gereja dan sekolah Kristen di lingkungan Sinode GKJ dan GKI Sinode Wilayah Jawa Tengah, yang selama ini senantiasa ambil bagian dalam pelaksanaan Pepenkris. Selamat membiasakan diri bersikap positif, kreatif dan produktif di tengah merebaknya budaya konsumtif. Kiranya Tuhan dimuliakan.T

 

Salatiga, Juni 2017

Pengurus LP3S

 

 

Prof. J.T. Lobby Loekmono, Ph.D.

Ketua

 

 


Klik Disini Untuk Mengunduh via Google drive

 

 

 

 


Share this :

Berita "Bahan Pembinaan Rutin" Lainnya