DAMPAK PERKAWINAN SIRI TERHADAP ANAK

( Oleh : Elys Sudarwati, SH, YLPHS )

 Pada era zaman sekarang kawin sirih dan poligami marak banget, dan menjadi nge-trend. Nggak politisi, nggak artis, nggak pengusaha, nggak ulama, nggak orang biasa, sekarang banyak yang melakukan kawin sirih. Bahkan ada yang malah mau membawa perkara ke pengadilan karena satu pihak merasa tidak melakukan kawin sirih sedangkan pihak yang lain mengakui melakukan perkawinan tersebut. Zaman dulu kawin sirih nggak sesemarak sekarang.  Dengan berubahnya zaman , kawin sirih atau perkawinan di bawah tangan  menjadi marak. Alasannya bermacam-macam, ada yang nggak pengin berzinah, ada yang pengin mengenal dulu pasangannya sebelum menikah resmi tercatat dalam dokumen negara dll. Statistik kejadian nikah siri meningkat seiring berjalannya waktu. Terutama pasca beredarnya berbagai pemberitaan di seluruh jenis media (audio, visual dan audiovisual) akan nikah siri yang dilakukan tidak hanya 1-2 selebritis namun segelintir orang dengan tingkat pemberitaan tinggi sehingga menyebabkan proses conditioning terjadi di masyarakat konsumen berita. Proses conditioning sendiri adalah proses adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat akan berbagai budaya baru yang terjadi namun akibat pemberitaan yang berulang-ulang budaya tersebut semakin cepat dapat diterima oleh masyarakat dan dijadikan bagian dari budaya masyarakat itu sendiri.

Nikah merupakan suatu kewajiban untuk kita jalani dalam kehidupan ini.Sebagai makhluk social,tentu pernikahan adalah suatu acuan untuk mendapatkan keturunan yang sesuai dengan tununan agama dan Negara.Bukan hanya memperoleh keturunan saja,pernikahan juga dilakukan untuk memperbaiki keturunan.

Pasal 43 dalam UU perkawinan ayat 1 menyebutkan " anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan di perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya. Artinya anaka tidak mempunyai hubungan hukum terhadap ayah. Di dalam akta kelahiranya statusnya si anggap anak diluar nikah, sehingga hanya dicantumkan nama ibu yang melahikannya. Keterangan berupa status sebagai anak diluar nikah dan tidak tercantumnya nama si ayah akan berdampak sangat mendalam secara sosial dan psikologis bagi si anak dan ibunya. Kertidakjelasan status si anak di muka hukum akan mengakibatkan hubungan antara ayah dan anak tidak kuat, sehingga bisa saja suatu waktu ayanhnya menyangkal bahwa anak tersebut adalah anak kandungnya. Pernikahan siri lebih banyak membawa dampak buruk bagi wanita dan juga anak. Hal ini disebabkan ketika perkawinan itu dilangsungkan dan kemudian menghasilkan anak. Selain tidak sah dimana hukum, anak tersebut nantinya akan kehilangan hubungan hukum terhadap ayah. Sehingga tidak jarang perempuan dan anak akan kehilangan hak mereka, seperti hak nafkah, warisan jika si ayah meninggal, serta istri tidak akan mendapat harta gono-gini ketika terjadi perceraian.Perempuan yang nikah siri akan sulit bersosialisasi karena masyarakat akan cenderung memiliki opini yang negatif karena perempuan yang nikah siri mungkin akan dianggap sebagai perempuan simpanan, hal ini akan sangat merugikan perempuan tersebut. 

Dari aspek hukum, nikah siriatau nikah di bawah tangan  mempunyai dampak negatif bagi perempuan yang menjadi isterinya maupun bagi anak-anak yang dilahirkan dari perkawinan tersebut, oleh karena itu haruslah dihindarkan.

Perkawinan dibawah tangan jelas tidak mempunyai kekuatan hukum, masing-masing suami isteri tidak memiliki surat Akte Nikah , Pemerintah dalam hal ini Kantor Urusan Agama Kecamatan (bagi yang beragama Islam dan menikah secara Islam) tidak memberikan kepada mereka Kutipan Akte Nikah sebagai pegangan dan bukti telah melaksanakan pernikahan yang sah.

Dengan maraknya nikah siri ini seharusnya pemerintah lebih cepat bertindak untuk membuat dan mengesahkan peraturan tentang nikah siri ini, karena apa, nika siri  itu sendiri memberikan dampak yang tidak baik bagi kaum hawa maupun bagi si anak dari pasangan nikah siri tersebut. Dan bagi para pasangan yang ingin menikah alangkah baiknya menikahlah dengan mendaftarkan ke kantor pencatatan sipil , biar nanti nya tidak ada pihak-pihak yang berselisih dari pernikahan itu. Semoga tulisan  ini bermanfaat bagi kita semua, amin.


Share this :

Berita "Berita Lembaga" Lainnya