ARTIKEL YLPHS:Dapatkah Selingkuh Di Pidana

( Oleh : Elys Sudarwati, SH, YLPHS )



Hakekat perkawinan menurut Undang-Undang Pokok Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 dalam pasal 30, perkawinan ialah ikatan lahir batin antara pria dan wanita sebagai suami dan istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan merupakan suatu aktivitas dari suatu pasangan, maka sudah selayaknya mereka juga mempunyai tujuan tertentu. Tetapi karena perkawinan itu terdiri dari dua individu, maka adanya kemungkinan bahwa tujuan mereka itu tidak sama. Pernikahan didasari rasa cinta dan kasih sayang dari seorang pria kepada wanita atau sebaliknya. Pernikahan mempunyai beberapa tujuan, diantaranya untuk menyalurkan hasrat seksual, keinginan untuk memiliki keturunan dan mencapai kehidupan tentram dan bahagia. Membina keluarga yang tentram merupakan hal yang tidak mudah, dimana diharapkan dari setiap individu yang terdapat dalam anggota keluarga memiliki pengertian antara satu dengan yang lain, selalu melakukan komunikasi yang baik. Tapi persoalan demi persoalan yang muncul setiap hari, ditambah keunikan masing-masing individu, sering menjadikan perkawinan terasa sulit dan bahkan hambar. Kalau sudah begitu, akan semakin terbuka peluang bagi timbulnya perselingkuhan di antara mereka.

Secara umum perselingkuhan atau penyelewengan adalah emosional fisik yang dilakukan oleh seorang suami atau istri dengan orang lain. Seperti faktor ekonomi dalam keluarga, mesti bukan tujuan utama dalam membentuk rumah tangga, namun masalah ini tidak dapat diabaikan keberadaan dan kepentingannya, faktor ekonomi merupakan hambatan dalam keharmonisan rumah tangga. Pada hari-hari ini, perselingkuhan nampak lebih merajalela dari sebelumnya, dan sepertinya sudah dianggap wajar oleh sebagaian oranng yang melakukan perselingkuhan.

Sedangkan selingkuh adalah perbuatan dimana pasangan membagi cintanya kepada orang lain. Mungkin dia masih mencintai, tapi dia juga mencintai yang lain walau itu hanya sebatas nafsu.

Dan hal itu atau pada saat menjalin hubungan dengan orang lain, tanpa diketahui atau tanpa sepengetahuan dari pasangan yang satunya. Mungkin juga perselingkuhan dalam keluarga dapat terjadi karena beberapa faktor yang mendasari terjadinya hal tersebut, faktor – faktor itu diantara lain adalah sebagai berikut :Ingin menghindari masalah rumah tangga atau masalah pribadi ; Memiliki keimanan dan ketakwaan yang rendah pada agamanya; Gemar bermain cinta dengan yang bukan isteri/suami resmi; Memiliki nafsu birahi yang tinggi dan tidak terkontrol.; Punya sifat dan bakat playboy / playgirl sejak sebelum menikah; Untuk menghilangkan rasa sakit hati atau sedih akibat kehilangan.; Suami atau isteri tidak bisa membahagiakan / menyenangkan dirinya.; Sifat mau menang sendiri atau ego pada pasangan; Rasa ingin coba-coba bagaimana rasanya selingkuh; Pertengkaran dalam rumah tangga; Tidak mampu menepati janji suci komintmen pernikahan.; Dorongan atau pengaruh buruk dari lingkungan sekitar yang sesat; Pasangan resmi tidak jujur ketika belum menikah sehingga kecewa.; Hobi yang menjurus ke arah selingkuh seperti clubbing, pijat, chatting, dan lain-lain.

Perselingkuhan merupakan tindakan penghianatan dalam sebuah ikatan tali pernikahan. Apapun alasannya, perselingkuhan tetaplah tindakan yang tidak bisa dibenarkan karena telah menodai kepercayaan pasangan Anda. Namun anehnya, saat ini banyak sekali pasangan selingkuh yang dengan bangganya menunjukkan jati dirinya kepada masyarakat umum. Mereka seolah tidak merasa malu ataupun merasa berdosa pada pasangan maupun keluarga besarnya. Maraknya perselingkuhan akhir-akhir ini membuat kita wajib mewaspadai apa saja yang menjadi penyebab perselingkuhan. Penyebab perselingkuhan sangatlah beragam, namun umumnya perselingkuhan terjadi akibat adanya ketidak puasan akan kekurangan yang dimiliki pasangan. Kekurangan yang dimaksudkan bukan hanya kekurangan fisik, karena bisa jadi kekurangan tersebut bisa berupa kurangnya perhatian maupun kasih sayang dari pasangan.

Dalam hal ini selingkuh dapat dikenakan pasal  284 KUHP “perbuatan zina” adalah hubungan seksual atau persetubuhan di luar perkawinan yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan yang kedua-duanya atau salah satunya masih terikat dalam perkawinan orang lain . Jika memang Anda memilih penyelesaian melalui jalur pidana, prosedur ataupun tata cara yang dapat ditempuh adalah mengadukannya kepada kepolisian setempat karena tindak pidana perzinahan ini termasuk delik aduan (klacht delict). Ditegaskan oleh R. Soesilo bahwa Pasal 284 KUHP ini merupakan suatu delik aduan yang absolut, artinya tidak dapat dituntut apabila tidak ada pengaduan dari pihak suami atau isteri yang dirugikan (yang dimalukan). Dan sangsinya, pelakunya diancam pidana penjara paling lama sembilan bulan. Hal ini berlaku untuk suami Anda maupun perempuan yang menjadi selingkuhannya tersebut. pengaduan tidak dapat ditarik kembali (pasal 284 ayat 3 KUHP) dan atau dapat ditarik kembali selama pemeriksaan dalam sidang pengadilan belum dimulai (pasal 284 ayat 4 KUHP)

Pihak yang melakukan pengaduan adalah suami/istri yang tercemar dan terhadap mereka dapat berlaku Pasal 27 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (“KUHPer”) yang mengatakan bahwa dalam waktu yang sama seorang laki-laki hanya diperbolehkan mempunyai satu orang wanita sebagai istrinya demikian sebaliknya dan dalam jangka waktu 3 bulan dapat diikuti dengan permohonan bercerai atau pisah ranjang dengan alasan yang sama.

Lemahnya sanksi sosial dan hukum. Secara umum masyarakat kita sangat mudah memaafkan kesalahan. Walaupun kesalahan itu sangat fatal menurut kacamata agama, oleh karena itu sedikit sekali kasus selingkuh diproses menjadi kasus hukum.

Karena perselingkuhan sering kali akan berakhir buruk baik bagi diri sendiri maupun bagi pasangan . Perselingkuhan melukai kehormatan dan pasangan. Selingkuh merusak hubungan bukan saja dengan pasangan tapi dengan seluruh keluarga  lantaran perselingkuhan yang telah  lakukan memberi stigma sosial buruk diri sendiri, pasangan , dan seluruh keluarga . 


Jika Anda meyakini Tuhan, percayalah, selingkuh itu adalah masuk kategori dosa yang keji! Ketika Anda berselingkuh berarti mengingkari sumpah setia Anda yang telah Anda ucapkan di depan Tuhan, semoga tulisan ini menjadi berkat untuk kita semua, amin.

 

sumber gambar : http://image-serve.hipwee.com/


Share this :

Berita "Berita Lembaga" Lainnya